Wakil menteri pendidikan Palestina, Bashri Sholih mengingatkan, sekitar 100 ribu siswa Palestina di Al-Quds terjajah, terancam putus sekolah akibat kebijakan penjajah Israel.

Dalam pertemuannya dengan sejumlah perwakilan UNRWA bidang pendidikan yang digelar di kantor Liga Arab, Kairo, Sholih mengatakan ada sekitar 100 ribu siswa Palestina di kota Al-Quds yang terancam putus sekolah disebabkan kebijakan penjajah Israel yang mengharuskan untuk menggunakan kurikulum Israel.

Saat ini para siswa Palestina di Al-Quds menanti upaya serius untuk meraih kemenangan dalam menentukan kebijakan pendidikan.

Sholih menyerukan kepada sejumlah Negara Arab untuk menggalang dukungan pihak terkait guna menyediakan kebutuhan pendidikan segera dan menghadapi serangan Israel di sektor pendidikan, khususnya kurikulum Palestina.

Di lain pihak penjajah Israel terus menyerang sekolah Palestina, dan menangkapi para guru Palestina.

Penangkapan hampir setiap hari terjadi menyasar para guru Palestina, bukan hanya di wilayah C, Gaza dan Al-Quds, tetapi di semua tempat keberadaan sekolah Palestina. Hal itu mengganggu proses mengajar, dan beralih untuk bertahan dan melakukan perlawanan.

Sholih meminta Liga Arab untuk turut membantu kelangsungan kerja UNRWA, agar bisa mengokohkan semangat rakyat Palestina memperjuangkan nasib mereka. (melayu.palinfo.com/admin)

%d blogger menyukai ini: