Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan telah melakukan evaluasi nasional penyelenggaraan kesehatan haji tahun 1440 hijriyah atau 2019. Ada 14 rekomendasi dari hasil evaluasi yang menjadi rencana tindak lanjut Pusat Kesehatan Haji, salah satu di antaranya menindak lanjuti dakwah kesehatan haji.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Eka Yusuf Singka mengatakan bahwa tindak lanjut dakwah kesehatan haji ini sudah diapresiasi dan disetujui Menteri Agama.

Ia menjelaskan bahwa konsep dakwah kesehatan haji adalah proses promotif preventif yang menggabungkan pendidikan atau penyuluhan kesehatan dengan agama yang tidak dapat dipisahkan.

Eka menyebutkan dari 14 rekomendasi yang masuk rencana tindak lanjut itu di antarnya:

Pertama, pelaksanaan ibadah haji tidak dapat dipisahkan dengan aspek Kesehatan atau kondisi kesehatan jamaah haji.

Kedua, pelaksanaan ibadah haji perlu didukung dengan Isthitaah Kesehatan Jamaah haji.

Kemudian, diperlukan peningkatan komunikasi dan koordinasi dengan sektor lain seperti Majelis Ulama Indonesia, Kelompok Bimbingan Ibadah haji maupun dengan Pemerintah Arab Saudi.

Di antaranya lagi, sosialisasi Istitho’ah perlu terus dilakukan kepada jamaah haji terkait penyakit-penyakit yang menjadi parameter Istitho’ah dan bagi orang yang sudah mendaftar haji.

Kemudian ada juga tentang peningkatan IT dalam pelayanan kesehatan Haji, terutama untuk upaya promotif dan preventif.

Dan yang terakhir, perlu diperjelas tugas dan fungsi dari Tenaga Kesehatan Haji Daerah, agar kompetensi bisa disinkronkan dengan Tenaga Kesehatan Haji Indonesia.

sumber: ihram

 

%d blogger menyukai ini: