Sedikitnya 17 desa telah “hancur total” ketika rezim Bashar Asad dan sekutu internasional utamanya, Rusia, melakukan serangan militer ke provinsi Idlib di Suriah barat laut. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh laporan PBB selasa kemarin.

Mark Lowcock, koordinator urusan kemanusiaan PBB, mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa serangan lebih dari tiga bulan oleh rezim telah menyebabkan desa-desa di Idlib selatan hancur. Lebih dari itu, semua desa tersebut dikosongkan alias ditinggalkan para penghuninya.

Setidaknya 450 warga sipil telah tewas sejak serangan rezim dimulai pada bulan April. Itu termasuk lebih dari 100 dalam dua minggu terakhir. Turki dan Rusia sepakat September lalu untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

Namun, rezim Suriah dan sekutu-sekutunya secara konsisten telah melanggar ketentuan-ketentuan gencatan senjata, dengan sering meluncurkan serangan di dalam zona de-eskalasi.

%d blogger menyukai ini: