New Delhi, India – Lembaga pemantau kemanusiaan internasional, Human Right Watch mengatakan bahwa sedikitnya 44 orang tewas di India dalam tiga tahun terakhir dalam kekerasan kasus penyembelihan sapi. Pengikut Hindu India mengangap sapi hewan suci yang tidak boleh disembelih sehingga menindak keras setiap muslim yang menyembelih sapi. Hal ini sebagaimana dilaporkan Human right watch rabu kemarin.

Human right watch menjelaskan, sedikitnya 36 dari korban tersebut warga minoritas muslim. Sementara korban luka-luka sebanyak 280 orang. Para korban itu jatuh dalam aksi kekerasan yang dilakukan pengikut ekstremis Hindu dengan dalih melindungi Dewa Sapi.

Lembaga tersebut pun meminta pemerintah India untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah insiden serupa di negara itu. Orang-orang Hindu India melarang menjual dan makan daging sapi. Hewan tersebut dianggap jelmaan dari dewa.

Mereka membentuk kelompok “Penjaga Sapi”. Kelompok ini merupakan komunitas Hindu yang menggunakan kekerasan untuk “melindungi sapi” di India. Sementara itu, ada sebanyak 154 juta muslim atau 14 persen dari populasi India, menjadikan India sebagai salah satu negara yang terdapat pengikut muslim terbesar di dunia. Seperti diketahui, bagi muslim, sapi merupakan hewan ternak yang halal dimakan dan dijualbelikan.

Pada 2017, pemerintah New Delhi berusaha untuk memberlakukan larangan total atas penjualan dan pembelian sapi di pasar untuk disembelih, dan kemudian mencabutnya. Mahkamah Agung India memutuskan pada bulan Juli bahwa kekerasan oleh kelompok-kelompok “perlindungan sapi” tidak dapat diterima, dan negara-negara harus memastikan bahwa insiden semacam itu tidak terjadi. (kiblat/admin)

%d blogger menyukai ini: