Walaupun hidup dalam gaya modern, kalangan generasi milenial dan generasi setelahnya ternyata tetap memandang penting peran agama dalam kehidupan sehari-sehari. Setidaknya, menurut Peneliti sekaligus Pendiri Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, sebanyak 90 persen kalangan milenial menilai agama penting dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Hasanuddin, angka tersebut sama dengan yang terjadi di Malaysia, Pakistan, dan Mesir.

Kalangan milenial diketahui merupakan kelompok yang begitu akrab dengan media sosial dan digital. Oleh karena itu, Hasanuddin menilai bahwa agenda narasi agama yang produktif di media sosial sangat penting.

Ia menilai, kaum Muslim di masa mendatang akan didominasi kalangan usia produktif. Maka, memunculkan lingkungan media sosial yang produktif juga sangat penting, sebab milenial sangat bergantung pada dunia digital. Selain itu, tokoh-tokoh agama atau lembaga-lembaga agama dituntut berperan lebih untuk menciptakan iklim yang produktif, terutama di dunia media sosial.

Hal itu diungkapkan dalam forum diskusi Pra Kongres Umat Islam Indonesia ke-7 yang digelar di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Selasa kemarin. Pada kesempatan ini, Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, Masduki Baidlowi, menjelaskan sebagaimana keterangan MUI bahwa mengisi dunia digital atau medsos dengan konten produktif penting, untuk memicu literasi di tengah masyarakat.

https://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2020/01/23/176788/90-persen-generasi-milenial-dan-gen-z-nilai-agama-penting.html

 

%d blogger menyukai ini: