Presiden Palestina Mahmoud Abbas tidak akan mengizinkan Amerika Serikat membuka rumah sakit di Jalur Gaza. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari rencana Presiden Donald Trump dalam menyusun kesepakatan perdamaian antara Palestina dan Israel. Hal ini sebagaimana diungkapkan Abbas dilansir Anadolu Agency, Ahad kemarin.

Amerika berencana membangun rumah sakit di wilayah Gaza utara dekat perbatasan Israel. Pembangunan rumah sakit ini didanai oleh LSM Amerika, yakni Friend Ships.

Sebelumnya, House of Representative Amerika  menerbitkan resolusi tak mengikat yang mendukung solusi dua negara Israel-Palestina, Jumat kemarin. Resolusi dikeluarkan dengan perolehan suara 226 berbanding 188. Dalam resolusi itu disebutkan hanya solusi dua negara yang dapat memenuhi keinginan kedua negara.

Dalam hal ini, Israel berdiri sebagai negara Yahudi dan Palestina memiliki kedaulatan atas negaranya sendiri.

Resolusi ini adalah pesan yang jelas kepada pemerintah Amerika dan Israel bahwa perdamaian hanya datang melalui pembentukan negara Palestina yang merdeka di perbatasan 4 Juni 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Haaretz melaporkan resolusi tersebut juga menentang segala upaya Palestina menjadi negara merdeka tanpa berbicara dengan Israel. Resolusi ini memastikan bantuan militer Amerika ke Israel akan terus mengalir.

Pemerintah Israel dan Gedung Putih belum memberikan komentar atas diterbitkannya resolusi tersebut. Sementara Otoritas Palestina memandang resolusi itu sebagai respons atas kebijakan keliru yang telah diambil pemerintahan Presiden Amerika Donald Trump. (republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: