Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap atau ACT mengagendakan pemulangan warga pendatang di Wamena menuju kampung halamannya masing-masing. Wakil Presiden ACT Insan Nurrohman mengatakan, gelombang pertama pemulangan pengungsi dimulai hari kamis kemarin.

Jumlah pengungsi yang dipulangkan di gelombang pertama sebanyak 100 orang asal Sumatera Barat yang dibagi dalam 2 penerbangan, pagi dan sore. ACT memulangkan mereka tidak hanya sampai bandara, tapi sampai ke tempat mereka. Selain itu juga memfasilitasi armada dari bandara ke rumah. hal ini sebagaimana diungkapkan Insan usai konferensi pers di kantor ACT, Jakarta Selatan Hari kemarin.

Tak hanya udara, ACT juga mengaku berusaha memulangkan pengungsi melalui jalur laut. Insan menuturkan, pihaknya juga telah menyurati Kementerian Perhubungan untuk menyewa kapal Pelni, namun belum mendapat tanggapan.

Jika melalui jalur reguler, lanjut Insan, kapal angkutan Pelni hanya tersedia 10 hari sekali. Dan yang terakhir telah berangkat 3 hari lalu sehingga harus menunggu 7 hari lagi untuk keberangkatan selanjutnya.

Sementara untuk yang masih ingin tinggal, akan dibangun shelter sementara sampai kondisi benar-benar pulih kembali.

Untuk pemulangan pengungsi gelombang kedua rencananya dilaksanakan hari ini. Namun Insan mengatakan bahwa pihaknya hingga kini baru mendapat 50 kursi saja. Diketahui, hingga kini belasan ribu pengungsi konflik Wamena masih menunggu antrean untuk dipulangkan ke kampung halamannya. (kiblat.admin)

https://www.kiblat.net/2019/10/03/act-mulai-gelombang-pertama-pemulangan-pendatang-dari-wamena/

%d blogger menyukai ini: