Makanan siap santap dari Dapur Umum Indonesia Aksi Cepat Tanggap atau ACT menjadi makan siang para siswa di Palestina. Pembagian makanan siap santap pada awal Oktober ini berlangsung di dua tempat, yaitu sekolah Sobhi Abu Karsh dan Sekolah Moeen Bsaiso. Kehadiran Dapur Umum Indonesia ini menjadi ikhtiar dalam mendukung asupan gizi anak-anak di Gaza.

Tim Global Humanity Response ACT, Andi Noor Faradiba menyatakan, menurut informasi dari Kementerian Pendidikan Palestina di Gaza, banyak keluhan yang disampaikan guru dan siswa tentang penurunan daya berpikir anak-anak di sekolah. Hal ini karena anak-anak di Gaza hampir tidak pernah, bahkan sama sekali tidak pernah sarapan pagi sebelum memulai sekolah. hal ini diungkapkan Faradiba, Jumat kemarin sebagaimana dikutip dari laman resmi ACT, Ahad kemarin.

Selain tidak sarapan, anak-anak juga tidak membawa bekal makan siang ke sekolah. Padahal, waktu belajar sekolah-sekolah di Gaza berlangsung sejak pukul 08.00 pagi sampai pukul 15.00 sore.

Laporan lainnya juga menyebutkan, tidak sedikit anak-anak usia sekolah di Gaza mengalami kondisi kurang gizi dan masalah pertumbuhan yang terhambat. Faradiba berharap Program Pangan untuk Palestina ini, bisamembantu anak-anak Palestina di Gaza.

Selain pangan, memasuki musim dingin, ACT juga bersiap mengirimkan bantuan perlengkapan musim dingin bagi keluarga-keluarga Palestina.(khazanahrepublika.adm)

%d blogger menyukai ini: