Rumah adalah tempat tinggal kita, tempat berlindung dari panas dan hujan. Kemana pun kita pergi tetap tujuan kita pasti kembali ke rumah, maka dari itu masuk dan keluar rumah kita harus menggunakan adab atau berdoa. Agar rumah yang kita tempati ini berkah, seperti ungkapan “Baitii Jannatii” Rumahku adalah Surgaku. Adapun adab atau doa masuk keluar rumah adalah sebagai berikut:

Berkaitan dengan adab dan doa masuk rumah, maka berikut ini penjelasan ringkasnya:

Yang pertama adalah mengucapkan do’a masuk rumah berikut:

بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا وَ بِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا وَعَلَى رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا

“Dengan menyebut Nama Allah kami masuk, dan dengan menyebut Nama Allah kami keluar dan hanya kepada Rabb kami bertawakkal.”

Doa ini terdapat dalam sebuah hadis Nabi Muhammad Sholloulohu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud Rohimahulloh.

Yang kedua adalah masuk dengan kaki kanan dan Memberi salam kepada penghuninya.

Hal ini berdasarkan firman Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat an-Nur ayat enam puluh satu, A’udzu billahi minasy syaithonir rojim:

 

فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

“Maka apabila kalian memasuki suatu rumah dari rumah-rumah ini hendaklah kalian memberi salam kepada penghuninya yang berarti juga memberi salam kepada diri kalian sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang penuh berkah lagi baik.”

Hal ini dikuatkan juga oleh hadis Nabi Muhammad Sholloulohu ‘alaihi wa sallam, yang menyatakan bahwa setelah membaca doa masuk rumah yaitu,

بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا وَ بِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا وَعَلَى رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا

Yang artinya, “Dengan menyebut Alloh kami masuk, dan dengan menyebut nama Alloh kami keluar, dan kepada Allohlah kami bertawakkal.”

Maka langkah selanjutnya adalah mengucapkan salam kepada penghuninya. Rosululloh Sholloulohu ‘alaihi wa sallam bersabda sebagaimana riwayat Abu Dawud dan disohihkan oleh Ibnu Baz Rohimahulloh dalam Tuhfatul Akhyar:

ثُمَّ لْيُسَلِّمْ عَلَى أَهْلِهِ

Yang atinya, “Selanjutnya ia mengucapkan salam kepada keluarganya.”

Berkaitan dengan makna hadis ini, Syeikh Majdi Abdul Wahhab al-Ahmad mengatakan dalam kitab Syarah Hisnul Muslim:

“Dan kepada Alloh kami bertawakkal, yakni ketika kami masuk, ketika kami keluar, dan bahkan dalam segala apa saja yang diperintahkan, kami pasrah kepada Alloh Tuhan kami Yang Maha Mulia lagi Maha Agung.

Yang ketiga adalah Mengawali keberadaannya di rumah dengan bersiwak, hal ini berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim Rohimahulloh:

كَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ بَدَأَ بِالسِّوَاكِ.

Yang artinya, “Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila masuk ke rumahnya memulai dengan bersiwak.”

Jadi, doa yang dianjurkan untuk kita baca sebelum memasuki rumah adalah doa berikut:

بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا وَ بِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا وَعَلَى رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا

Adapun terkait dengan adab dan doa keluar rumah, maka kita dianjurkan untuk melakukan hal-hal berikut:

Pertama adalah Sunnah berikutnya adalah mendahulukan kaki kiri ketika keluar rumah, serta memberi salam kepada keluarga. Sebelum keluar rumah hendaknya menentukan niat dan tujuan, serta memastikan barang bawaan tidak ada yang tertinggal.

Yang kedua adalah membaca doa-doa berikut:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

Yang Artinya: “Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan selain dari Allah.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Abu Daud, Tirmidzi, dan Nasai Rohimahulloh dan disohihkan oleh Syeikh al-Albani Rohimahulloh.

Lalu, apakah ada keutamaan khusus ketika kita mengucapkan doa keluar rumah ini? Maka jawabannya adalah ada yaitu kita akan mendapatkan petunjuk dari Alloh dan dijauhkan dari setan. Berkaitan dengan hal ini, Rosululloh Sholloulohu ‘alaihi wa sallam telah bersabda di penghujung hadis tersebut:

يُقَالُ حِينَئِذٍ هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ. فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِىَ وَكُفِىَ وَوُقِىَ

“Niscaya dikatakan kepadanya yaitu orang yang telah membaca doa keluar rumah ini, ‘Kamu telah diberi petunjuk, telah dijamin, dipelihara, dan dijauhkan setan.’ Maka setan-setan pun menjauhinya. Ada satu setan yang berkata kepada temannya, ‘Bagaimana bisa kita menggangung orang yang telah diberi petunjuk, telah dijamin, dipelihara, dan dijauhkan setan.”

Atau membaca doa lainnya yang diajarkan oleh Rosulullah Sholloulohu ‘alaihi wa sallam yaitu:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ

Yang Artinya: “Ya Alloh, aku berlindung kepada-Mu dari menyesatkan atau disesatkan; dari menggelincirkan atau digelincirkan; dari menganiaya atau dianiaya; dari membodohi atau saya dibodohi oleh orang lain.

Doa ini merupakan hadis sohih yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Tirmidzi rohimahumalloh, dari jalur Ummu Salamah Rodiallohu ‘anha.

Jadi, ketika kita keluar rumah, maka doa yang kita baca bisa doa berikut:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

Atau membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ

 

Demikianlah pembahasan tentang adab dan doa masuk keluar rumah. Semoga Alloh Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa membimbing kita untuk mengamalkan doa dan adab tersebut. Amin. Wallohu A’lam.

 

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

 

 

 

 

 

 

 

%d blogger menyukai ini: