Alloh telah menurunkan Al-Qur’an dan mengutus Rosul-Nya sebagai petunjuk bagi kehidupan manusia. Termasuk di antaranya dalam penggunaan harta. Maka, dengan menggunakan harta sesuai petunjuk Alloh dan Rosul-Nya dipastikan akan mengatarkan pemiliknya pada keberkahan dan kebahagiaan.

Perlu diimani bahwa harta adalah bagian dari harta yang telah Alloh tetapkan sebelum manusia itu lahir. Karenanya tidak perlu khawatir tentang hal itu. Akan tetapi, yang terpenting adalah bagaimana cara mencari harta yang benar dan bagaimana cara menggunakannya.

Ada banyak cara untuk meraih harta yang dibenarkan oleh Alloh dan Rasul-Nya . Adapun pada kesempatan ini, kita akan mengkaji tentang agar harta menjadi berkah dari sisi usaha meraih harta dengan baik. Di antaranya adalah:

  1. Bekerja dengan Tangan Sendiri.

Harta yang paling baik adalah harta yang diraih dari usaha sendiri. Bukan bergantung kepada orang lain. Berkaitan dengan hal ini Rosululloh bersabda:

« مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَإِنَّ نَبِيَّ اللهِ دَاوُدَعَلَيْهِ السَّلاَمُكَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ »

“Tidak ada sesuatu yang dikonsumsi seseorang yang lebih baik dari hasil kerja tangannya. Sesungguhnya Nabi Dawud makan dari hasil kerja tangan beliau.” (HR. al-Bukhori)

عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَ: قِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَيُّ الْكَسْبِ أَطْيَبُ؟ قَالَ: عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ.

Rafi bin Khadij berkata, “Wahai Rasulallah! Mata pencaharian apa yang lebih baik?” Rasulallah bersabda, “Pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur (diberkahi).” (HR. Ahmad)

 Faidah dari hadits yang mulia ini adalah usaha mencari harta yang diberkahi yaitu usaha seseorang dengan tangannya sendiri dan jual bali yang benar. Dalam hadits tersebut, sahabat nabi bertanya tentang usaha mencari harta yang diberkahi bukan yang paling banyak keuntungannya. Hal ini disebabkan tujuan utama dalam mencari harta adalah mencari harta yang paling berkah. Bukan pekerjaan yang paling banyak menghasilkan uang. Sebab, penghasilan yang banyak belum tentu diberkahi Allah .

Adapun pekerjaan baik dan halal yang bisa dilakukan seorang hamba dalam mencari harta sungguh sangat banyak. Bahkan pintu harta yang halal jauh lebih banyak dibanding yang diharamkan. Sehingga tidak ada alasan bagi seseorang dalam mencari harta dengan cara melabrak batas-batas syariat Islam jika ingin harta yang diperolehnya diberkahi Allah .

  1. Bekerja dengan penuh ketakwaan.

Pada hakikatnya mencari harta dengan cara yang dihalalkan dalam Islam terkait erat dengan keimanan seorang hamba kepada Allah . Hal ini disebabkan mengonsumsi harta halal merupakan bentuk ibadah kepada Allah Ta’ala. Sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya:

﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah kalian dari rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kalian beribadah.” (QS. al-Baqarah [2]: 172)

Di dalam ayat ini, secara khusus Allah menyeru orang-orang beriman dan memerintahkan meraka untuk memakan rezeki yang halal lagi baik. Kemudian di akhir ayat dikaitkan dengan peribadatan kepada Allah . Hal ini menunjukan bahwa mencari harta dengan cara yang halal merupakan ibadah kepada Allah .

Di dalam ayat lain, secara tegas Allah melarang orang-orang beriman memakan harta dengan cara batil, yaitu harta yang diperoleh dengan cara yang tidak dibenarkan dalam Islam. Allah berfirman:

﴿ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan harta sesama kalian dengan cara yang batil, kecuali dengan cara perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kalian. dan janganlah kalian membunuh diri kalian sendiri. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada kalian.” (QS. al-Nisa [4]: 29)

Imam al-Syaukani menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan cara yang batil yaitu tidak dengan cara yang benar, gambarannya cukup banyak, di antara yang dimaksud dengan cara batil adalah praktik jual beli yang tidak disyariatkan.

Dengan demikian, mencari harta dengan cara yang dibenarkan dan dihalalkan dalam Islam akan mengundang harta yang berkah. Oleh karena itu, hendaknya setiap muslim senantiasa bertakwa kepada Allah dalam mencari rezeki. Jangan sampai melabrak batas-batas syraiat Islam dalam mencari harta. Sebab keberkahan harta itu terletak pada ketakwaan seorang hamba kepada Tuhannya. Alloh berfirman:

﴿ وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. al-A’rof [7]: 96)

 

  1. Bersyukur Atas Harta yang diperoleh.

Keberkahan suatu harta tidak diukur dari banyak dan sedikitnya jumlah harta yang didapat. Berapapun harta yang diperolah wajib untuk disyukuri. Karena sikap syukur kepada Alloh akan membuka pintu kasih sayang-Nya dengan memberikan tambahan dan keberkahan kepada hamba-Nya. Alloh berfirman:

﴿ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepada kalian, dan jika kalian mengufuri nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrohim [14]: 7)

Seorang Muslim disyariatkan untuk memanjatkan doa kepada Alloh agar diberikan keberkahan. Baik dalam harta, keluarga, dan lainnya. Rosululloh pernah mendoakan Anas bin Malik sebagaimana dalam sabda-Nya:

« اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ »

“Ya Alloh perbanyaklah hartanya dan anaknya, berkahilah dia dan pada apa yang engkau berikan.” (HR. al-Bukhori dan Muslim)

Setelah doa Rasulallah tersebut, Anas bin Malik menyatakan bahwa hartanya sangat banyak dan mendapatkan keberkahan dari Alloh .

Demikianlah pembahasan tentang agar menjadi berkah. Semoga pembahasan ini mengetuk pintu nurani kita agar tetap kuat dalam mencari rezeki dengan cara yang halal lagi baik. Allahuma amin

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: