Pembaca yang dirahmati Alloh… di antara prinsip prinsip keyakinan Ahlus Sunnah adalah mengimani adanya adzab kubur dan kenikmatannya. Banyak dalil yang menjelaskan tentang adanya adzab kubur ini, baik dari al-Qur’an maupun hadits-hadits shohih dari Rosululloh .

Seperti yang disebutkan dalam surat surat Ghofir ayat 45 dan 46, Alloh berfirman yang artinya,

“Dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang. Dan pada hari terjadinya kiamat, dikatakan kepada malaikat: “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.”

Atau yang disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Samuroh bin Jundub diceritakan bahwa Nabi  bermimpi diajak oleh dua orang laki-laki berjalan menyaksikan pemandangan pemandangan yang sungguh aneh dan menakjubkan, yaitu berbagai siksaan bagi sebagian ahli maksiat, seperti pezina dan pemakan harta riba. Lantas Pembaca yang dirahmati Alloh, bagaimana dengan nasib orang-orang yang beriman di alam kubur mereka?

Adapun orang-orang mukmin, maka ahlus sunnah meyakini bahwa mereka akan mendapat kenikmatan di alam kubur.  Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits Anas bin Malik yang dibawakan oleh Qatadah.

Sesungguhnya Rasulullah bersabda:

إِنَ الْعَبْدَ إِذَا وُضِعَ فِى قَبْرِهِ وَتَوَلَّى عَنْهُ أَصْحَابُهُ – وَإِنَّهُ لَسَمِيْعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ- أَتَاهُ مَلَكَانِ فَيُقْعِدَانِهِ فَيَقُوْلاَنِ

“Sesungguhnya, ketika seorang hamba sudah diletakkan di kuburnya, sedangkan para pengantarnya sudah pergi, dan ia pasti mendengar suara sandal-sandal mereka, datanglah kepadanya dua malaikat. Dua malaikat itu mendudukkan orang tersebut seraya bertanya:

مَا كُنْتَ تَقُوْلُ فِي هَذَا الرَّجُلِ؟ لِمُحَمَّدٍ.

“Apa yang engkau katakan tentang orang ini?” Yakni tentang Muhammad .

فَأَمَّا المُؤْمِنُ فَيَقُوْلَ : أَشْهَدُ أَنَّهُ عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ

Adapun orang mukmin, akan menjawab: “Saya bersaksi bahwa ia adalah hamba dan utusan Allah.”

فَيُقَالُ: اُنْظُرْ إِلَى مَقْعَدِكَ مِنَ النَّارِ قَدْ أَبْدَلَكَ اللهُ بِهِ مَقْعَدًا مِنَ الْجَنَّةِ، فَيَرَاهُمَا جَمِيْعًا

Maka dikatakanlah kepada hamba mukmin tersebut: “Lihatlah tempat dudukmu yang dari neraka, telah Allah gantikan untukmu dengan tempat duduk dari syurga”. Maka ia pun melihat kedua-duanya” Hadits shohih Riwayat Bukhari dan Muslim.

Dan masih banyak hadits-hadits lainnya yang menerangkan tentang adzab dan nikmat kubur bagi mereka yang berhak mendapatkannya. Jadi, nikmat atau siksa kubur merupakan perkara pasti. Tidak ada seorangpun yang boleh mengingkarinya. Baik Al Qur’an maupun hadits-hadits yang shahih telah menetapkannya. Atas dasar itu, para ulama Ahlu Sunnahpun telah menyepakati adanya adzab dan nikmat kubur.

Pembaca yang dirahmati Alloh , di antara para ulama Ahlus sunnah yang menjelaskan tentang adzb dan nikmat kubur ini, adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah . Beliau mengatakan:

“Ketahuilah! Sesungguhnya madzhab Salaf beserta para imamnya ialah, apabila seseorang telah meninggal dunia, maka ia akan berada dalam kenikmatan atau azab. Hal itu dirasakan oleh ruh dan jasadnya. Sesudah ruh berpisah dengan badan, maka ruh tetap mendapat nikmat atau azab. Tetapi kadang-kadang ruh berhubungan dengan badan, sehingga badan bisa merasakan nikmat atau azab bersama-sama dengan ruh di alam kubur. Kemudian, apabila kelak terjadi hari Kiamat besar, ruh-ruh akan dikembalikan ke jasad masing-masing dan mereka akan bangkit dari kubur-kuburnya menuju Rabbul ‘alamin. Ulama lainnya, yaitu Imam Nawawi berkata:

“Ketahuilah, sesungguhnya madzhab Ahlus Sunnah ialah menetapkan adanya azab kubur. Banyak dalil-dalil Al Qur’an dan Sunnah yang menunjukkan hal demikian.

Juga banyak hadits-hadits shahih dari Nabi , melalui riwayat sejumlah jama’ah sahabat yang menunjukkan hal itu di berbagai tempat. Menurut akalpun, tidak mustahil Allah mengembalikan kehidupan hanya pada sebagian jasad, kemudian Dia menyiksanya. Apabila akal tidak menolak kemungkinan itu, padahal sudah ada syari’at yang menjelaskannya, maka adanya azab kubur wajib diterima dan wajib diyakini. Imam Muslim di dalam Shahih Muslimnya telah menyebutkan banyak hadits yang menetapkan adanya azab kubur.

Selanjutnya, secara ringkas Imam Nawawi berkata: Madzhab Ahlu Sunnah adalah menetapkan adanya azab kubur. Berbeda dengan prinsip Khawarij, sebagian besar Mu’tazilah dan sebagian Murji’ah. Mereka menolak adanya azab kubur.

Kemudian Pembaca yang dirahmati Alloh, ulama lainnya adalah Imam Abu Ja’far Ath Thahawi Al Hanafi .  Beliau berkata:

“Dan kami beriman dengan adanya azab kubur bagi orang yang layak mendapatkannya. Juga beriman dengan adanya pertanyaan Munkar dan Nakir di dalam kuburnya tentang Rabb, agama dan nabinya, sesuai dengan khobar-khobar yang dibawa oleh Rasulullah serta para sahabatnya . Alam kubur adalah satu taman di antara taman-taman syurga, atau satu liang di antara liang-liang neraka.

Imam Ibnu Abi Al ‘Izz Al Hanafi menjelaskan perkataan Imam Ath Thahawi tersebut dengan memaparkan banyak dalil dari Al Qur’an maupun Sunnah, serta kesepakatan Ahlu Sunnah wal Jama’ah tentang adanya azab kubur.

Karena itu, Pembaca yang dirahmati Alloh, hendaknya kita berhati-hati dalam mengarungi kehidupan dunia ini. Karena tidak ada keselamatan tanpa mentauhidkan Allah, tanpa taat kepadaNya dan taat kepada RasulNya. Tauhid perlu dijaga kemurniannya.

Al Qur’an serta Sunnah Nabi harus dilaksanakan. Shalat fardhu harus dipelihara tepat waktu. Kejujuran wajib dijaga. Begitu pula segala ketaatan lain, baik lahir maupun batin. Perkataan keji, dusta, adu domba maupun ghibah harus ditinggalkan. Perzinaan dengan segala rangkaian dan celahnya wajib dijauhi. Riba wajib dihindarkan. Begitu pula segala kemaksiatan lain.

Kemudian, setelah itu, hendaknya kita banyak berdoa agar dihindarkan dari adzab kubur ini. Di antara doa yang dipanjatkan oleh Rasulullah pada setiap shalat fardhunya adalah berlindung kepada Allah dari empat keburukan, salah satunya adalah adzab kubur. Hal ini sebagaimana tercantum dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah . Dia berkata,

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ: إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنْ أَرْبَعٍ يَقُوْلُ:

Dari Abu Hurairah , berkata Rasulullah , “Jika salah satu dari kalian duduk tasyahud akhir, maka hendaknya berlindung kepada Alloh dari empat perkara. Hendaknya dia berdo’a,

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَ مِنْ عَذَابِ اْلقَبْرِ وَ مِنْ فِتْنَةِ اْلمَحْيَا وَ اْلمَمَاتِ وَ مِنْ شَرِّ فِتْنَةِ اْلمَسِيْحِ اْلدَّجَّالِ

“Ya Alloh sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari siksa neraka Jahanam, siksa kubur, fitnah hidup dan mati serta jeleknya fitnah Dajjal.” Hadits ini shohih diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Semoga, dengan menjauhi berbagai pelanggaran dan kemaksiatan, serta melazimkan doa ini, kita dapat terhindari dari adzab kubur. Amin, wallohu a’lam.

%d blogger menyukai ini: