Aliansi Cinta Keluarga atau AILA Indonesia kembali beraudiensi dengan Komisi 8 DPR RI terkait penolakan pengesahan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual, yang dinilai bertentangan dengan falsafah kebangsaan.

Ketua AILA Rita Soebagio, mengatakan bahwa yang menjadi inti dari penolakan tersebut adalah filosofi yang menjadi dasar RUU P-KS. Karena jika filosofinya bukan berdasarkan filosofi bangsa Indonesia, maka akan sangat mungkin ada penumpang gelap dalam Rancangan undang-undang tersebut.

Menurutnya, sebuah rancangan undang-undang harus memenuhi landasan sosiologi, filosofis, yuridis yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia secara luas dan berkeadilan.

Selain itu , ia juga menegaskan bahwa sikapnya yang menolak RUU P-KS bukan berarti tidak peduli pada korban kekerasan dan mendukung para pelaku kekerasan.

Ia mengatakan demikian karena tuduhan tersebut sering ditujukan oleh para pendukung RUU P-KS. Padahal menurutnya, ada 190 organisasi masyarakat besar yang menandatangani surat pernyataan menolak RUU P-KS. Maka otomatis tuduhan dan fitnah tersebut pun ditujukan pada 190 ormas tersebut. (jurnalislam.com/admin)

%d blogger menyukai ini: