Ketua Kajian Hukum AILA, Dinar Dewi Kania menyatakan AILA secara tegas menolak gerakan Lesbian Gay Biseksual dan Transgender atau LGBT yang kini banyak disuarakan sebagai orientasi seksual yang normal. Namun, dia menegaskan AILA tidak membenci orang-orang yang terjebak penyakit tersebut. Ia menegaskan bahwa korban atau pengidap LGBT harus dirangkul. Sementara yang dilawan adalah perilaku dan propagandanya. Hal ini sebagaimana diungkapkan Dinar dewi kania dalam sebuah diskusi di Kantor INSISTS, Jakarta Selatan.

Dia menjelaskan, kelompok yang pro-LGBT terus melakukan propaganda agar masyarakat mau menyebut mereka normal. Salah satu yang dilakukan adalah mengaburkan makna fitrah atau sifat dasar manusia. Pandangan anti fitrah seperti itu akhirnya menimbulkan gagasan tentang sifat bawaan yang cair. Misalnya ada pendapat nyeleneh kemungkinan manusia dilahirkan dalam tubuh yang salah, perempuan terjebak dalam tubuh pria atau sebaliknya.

Perubahan radikal tentang konsep fitrah yang banyak ditemui pada masyarakat Barat, saat ini semakin mempengaruhi orang-orang di timur. Dinar menjelaskan, nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa di Indonesia menolak LGBT. Ini karena perilaku tersebut merupakan sebuah penyimpangan dari fitrah kemanusiaan.

https://jurnalislam.com

%d blogger menyukai ini: