Aktivis mengatakan seharusnya Bangladesh tidak menilai pengungsi Rohingya sebagai ancaman terhadap keamanan. Koordinator kampanye Free Rohingya Coalition, Nay San Lwin mengatakan bahwa Rohingya tidak memiliki tempat selain Bangladesh untuk berlindung.

Sebelumnya, media-media setempat melaporkan tentara Bangladesh yang memberikan perlindungan di kamp pengungsi di selatan distrik Cox’s Bazar menyarankan pemerintah membatasi pergerakan pengungsi. Caranya dengan membangun pagar kawat di sekitar kamp. Saran ini diberikan melalui laporan komprehensif.

Cox’s Bazar menjadi rumah bagi satu juta pengungsi Rohingya. Mereka adalah pengungsi yang melarikan diri dari tindakan keras militer Myanmar di Negara Bagian Rakhine sejak awal 1970-an. Laporan militer itu dibahas dalam rapat Parlemen Komite Pertahanan Nasional.

Pemerintah Bangladesh telah meningkatkan pengamanan di sekitar kamp. Pemerintah Mengambil sikap yang lebih tegas dalam pelanggaran pergerakan yang tidak diperbolehkan.

Lwin menyebut Kamp dengan kawat besi seperti kamp konsentrasi. Menurutnya Bangladesh harus mengakui penyintas Rohingya sebagai pengungsi dan memberikan mereka hak untuk bekerja dan belajar. (republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: