Sejumlah faksi perlawanan Palestina di Jalur Gaza menyatakan, istilah “Cagar Alam” digunakan penjajah Israel untuk membangun permukiman di Tepi Barat. Dalih cagar alam juga sebagai cara baru penggabungan wilayah dan penyitaan tanah Palestina. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers komite pengawasan kekuatan nasional dan Islam di kota Gaza, mengantisipasi bahaya yang ditimbulkan oleh keputusan Israel tersebut.

Tokoh Front Demokratik, Mahmud Khalaf menjelaskan, untuk mencaplok lahan Palestina di Tepi Barat, maka penjajah Israel mengambil langkah tersebut, untuk menghalangi hak kepulangan pengungsi Palestina dan hak menentukan nasib dan membangun Negara berdaulat.

Khalaf menegaskan tidak adanya strategi pemerintah Palestina bersatu menghadapi serangan permukiman, memudahkan penjajah mencaplok wilayah Palestina dan menggabungkannya secara terpadu kedalam permukiman Israel. Khalaf menyebutkan pentingnya menerapkan keputusan nasional terkait kesepakatan dengan penjajah, terutama keputusan dewan nasional.

Tokoh Palestina ini menyerukan untuk mengaktifkan perlawanan rakyat dan menyeret Israel ke pidana internasional. Ia juga menambahkan bahwa Kebijakan Israel harus dihadapi dengan persatuan nasional, dan menghilangkan perselisihan untuk menghadapi semua bahaya yang menyerang persoalan Palestina.

Pekan lalu, Israel menginformasikan 7 kawasan pembangunan cagar alam baru di Tepi Barat, dan perluasan 12 cagar alam lainnya, untuk kepentingan permukiman zionis di kawasan C Tepi Barat. Penjajah Israel melarang warga Palestina membangun di kawasan yang disebut sebagai cagar alam, dan menyita kawasan tersebut dari pemiliknya. (palinfo.com/admin)

%d blogger menyukai ini: