Sebuah kebijakan baru dalam dunia pendidikan di Xianjiang, Beijing menegaskan bahwa orang tua di wilayah berpenduduk mayoritas Muslim di China, Xinjiang, yang mendorong atau memaksa anak-anak mereka untuk mengikuti kegiatan keagamaan akan dilaporkan ke polisi.

Hal ini sebagaiman yang dilaporkan Surat Kabar Xianjiang Daily bahwa aturan baru tersebut juga melarang mempromosikan keyakinan Islam yang mereka sebut dengan keyakinan ekstrimis kepada anak-anak. Mereka juga melarang untuk menggunakan pakaian dan simbol keislaman lainnya yang mereka anggap ekstrim.

Jika orang tua tidak mampu mengarahkan anak-anak mereka secara tepat untuk menjauh dari cara-cara ektremis atau teroris yang merugikan dan tidak bisa melanjutkan belajar di sekolah, mereka akan mengajukan agar anak-anak dikirim ke sekolah khusus untuk memperoleh pelajaran khusus.

REPUBLIKA.CO.ID  

%d blogger menyukai ini: