Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta mengecam pengesahan Rancangan undang-Undang Amendemen Kewarganegaraan India yang bermuatan diskriminatif menjadi undang-undang. Undang-Undang baru ini dinilai diskriminatif karena hanya berlaku bagi imigran asal Bangladesh, Afghanistan, dan Pakistan yang beragama Hindu, Sikh, Kristen, Jain, Parsis, dan Buddha.

Islam tidak disebut dalam Undang-Undang tersebut, sehingga mengancam keberadaan imigran Muslim.

Oleh sebab itu, menurutnya, Pemerintah harus segera melakukan klarifikasi kepada pemerintah India terkait Undang-Undang yamg mengandung tindakan diskriminatif.

Lebih lanjut, Sukamta juga mendesak pemerintah untuk melakukan protes kepada India atas Undang-Undang “anti Islam”, karena di samping melanggar HAM hal ini juga dapat menimbulkan potensi konflik horisontal yang berkepanjangan.

Secara lebih konkret, Sukamta meminta Pemerintah RI segera mendesak Pemerintah India melalui Kedubesnya untuk mencabut Undang-Undang tersebut guna melindungi warga Muslim dari ancaman kemusnahan.

https://www.hidayatullah.com

%d blogger menyukai ini: