Anggota Komisi 6 DPR RI, Nevi Zuairina menyampaikan penolakannya terhadap penghapusan sertifikasi halal pada Rancangan Undang-Undang Omnibus Law tentang Cipta Lapangan Kerja sebagaimana sempat diberitakan berbagai media. Nevi menilai bahwa kewajiban sertifikasi halal terhadap produk-produk yang beredar di Indonesia diperlukan, mengingatkan mayoritas penduduknya beragama Islam. Menurut Nevi, persentase Muslim Indonesia mencapai hingga 12,7 persen dari populasi dunia.  Jadi sangat perlu sertifikasi halal produk pada regulasi tertinggi Negara. Hal ini diungkapkan Nevi lewat rilisnya baru-baru ini yang dikutip dari berbagai sumber resmi pada Rabu kemarin.

Ia juga menambahkan bahwa Sertifikasi halal untuk makanan ini membawa spirit healthy food, makanan yang aman, sehat bergizi dan aman dari segala efek samping bahan berbahaya baik kimia maupun rekayasa genetika.

Menurutnya, tudingan segelintir pihak yang menyatakan bahwa investasi dan perekonomian akan terhambat bila masih ada kewajiban sertifikasi halal merupakan ide yang tidak bijak.

https://www.hidayatullah.com/

%d blogger menyukai ini: