Anggota parlemen Jamal al-Khodari, sekaligus sebagai ketua Komite Kerakyatan Anti Blokade Palestina menyebutkan, anggaran pembangunan kembali perumahan Gaza mengalami defisit senilai 200 juta dollar. Hal ini menyebabkan berhentinya rekonstruksi rumah-rumah yang masih tersisa akibat agresi Israel di Jalur Gaza pada tahun 2014.

Dalam pernyataan persnya Senin kemarin, Khudari mengatakan, rekonstruksi bangunan yang hancur akibat perang terhenti sejak lima tahun terakhir. Penyebabnya karena kurangnya dana dari negara donor untuk memberikan bantuanya bagi rekonstruksi perumahan di Jalur Gaza.

Al-Khudari menekankan, kurangnya komitmen negara donor telah mempengaruhi 52 ribu keluarga Palestina secara tidak merata. Ribuan keluarga Palestina masih menderita tuna wisma karena rumah mereka hancur. Mereka juga tidak punya akses untuk mendapatkan sisa biaya keuangan yang disetujui oleh pihak pengembang dalam merekontruksi rumah mereka.

Dia juga menekankan, pentingnya membebaskan pengepungan Israel secara permanen di semua sektor di Gaza. Ia menunjukkan, Gaza membutuhkan lebih banyak unit perumahan dan proyek pembangunan untuk kebutuhan lainnya. (melayu.palinfo.com/admin)

%d blogger menyukai ini: