Presiden Partai Keadilan Rakyat atau PKR, Datuk Seri Anwar Ibrahim meresmikan pembentukan Halaqah Mubaligh se-Asia Tenggara di Grand Plaza Hotel, Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam sambutannya, ia menyambut baik adanya perkumpulan para pendakwah tersebut. Menurutnya, saat ini masih banyak tugas-tugas dakwah dan perjuangan Islam yang menjadi tanggungjawab bersama dan belum terselesaikan.

Anwar menjelaskan bahwa Palestina sekarang keadaannya masih buruk, kezaliman Israel telah melampaui batas kemanusiaan dan seolah-olah dunia diam. Dunia Islam sendiri kalau dilihat dari kekuatan geo politik itu masih dalam kondisi lemah, bahkan untuk menyuarakan kemerdekaan Palestina, kelu membisu karena tidak ada kekuatan.

Selain Palestina, nasib Muslim Rohingya juga masih melarat selama puluhan tahun. Begitu juga di Xinjiang China, Uighur dijadikan kemah tahanan besar. Sementara negeri Jiran juga lemah.

Ia mengaku menceritakan ini agar pendakwah bisa melihat kenyataan, dan harus tunjukkan kekuatan Islam yang luar biasa untuk menghadapi mereka.

Menurutnya, yang harus dilakukan harus adalah adanya pembinaan dakwah, dan upaya ini diharapkan bisa meningkatkan harkat martabat umat, tentunya dengan adanya perkumpulan berbagai kelompok dengan tujuan dan komitmen yang sama.

Ia yakin semua masalah umat akan bisa dihadapi jika ada kebangkitan umat, dan tidak ada pecah belah di antara satu sama lain. Umat Islam harus punya sikap toleransi yang sanggup bersatu dan bekerja sama walaupun berbeda-beda warna.

Halaqah Mubaligh se-Asia Tenggara ini dihadiri para dai dari negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura dan lainnya. Selain aktivis dakwah, juga hadir perwakilan dari puluhan organisasi non pemerintah.

sumber kiblat.net

%d blogger menyukai ini: