Asosiasi Muslim di Malawi di Malawi, negara di Afrika Timur, mendukung komunitas di Mangochi, kota kecil di wilayah selatan Malawi, dalam perselisihan tentang penggunaan hijab. Asosiasi ini mengatakan, bahwa Muslim di Mangochi dibenarkan untuk menuntut agar putri-putri mereka bisa pergi ke sekolah dengan mengenakan jilbab. Pernyataan ini dikeluarkan menyusul perselisihan yang telah menjadi kekerasan antara gereja Anglikan dan komunitas Muslim di sekolah-sekolah Mmanga di Mangochi terkait jilbab.

Juru bicara Muslim Malawi, Sheikh Dinala Chabulika, mengatakan pihak manajemen Anglikan telah bertindak keliru untuk melarang pelajar Muslim mengenakan jilbab di sekolah. Menurutnya, hal itu adalah bentuk intoleransi agama. Ia lantas mengatakan bahwa Menteri Pendidikan perlu untuk mengintervensi permasalahan tersebut. Hal ini sebagaimana diungkapkan Chabulika, dilansir di media kamis kemarin.

Sementara itu, humas Komite Urusan Publik gereja anglikan, Father Peter Mulomole mengatakan, organisasinya siap untuk memediasi permasalahan tersebut. Ia mengatakan, ada kebutuhan mendesak akan adanya dialog antara pihak-pihak yang bertikai. (republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: