Majelis Ulama Indonesia berpesan agar para auditor halal menguasai fatwa-fatwa yang berhubungan dengan standar halal. Auditor halal adalah orang yang mempunyai kemampuan dalam melakukan pemeriksaan terhadap kehalalan produk. Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Dewan Syariah Nasional MUI, Aminudin Yakub mengatakan ini penting agar seorang auditor halal dapat melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai ruang lingkup yang dibebankan Lembaga Pemeriksa Halal atau LPH kepadanya. Hal ini sebagaimana diungkapkan Aminudin kepada para calon auditor halal yang menjadi peserta Pendidikan dan Pelatihan Auditor Halal di Pusdiklat Kementerian Agama RI di Ciputat baru-baru ini.

Diklat tersebut diikuti 60 peserta calon auditor halal dari calon LPH Perguruan Tinggi Negeri dari berbagai provinsi di Indonesia. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balitbang Diklat Kementerian Agama RI ini berlangsung dari tanggal 2 hingga tanggal 8 September 2019.

Setelah calon auditor halal mendapatkan pendidikan dan pelatihan tersebut, mereka harus mengikuti uji kompetensi auditor halal. Ini harus dilalui oleh seorang calon auditor halal dalam prosesnya untuk memperoleh sertifikat auditor halal.

Ranah ini menjadi kewenangan MUI sebagaimana yang diamanatkan dalam undang-undang tentang Jaminan Produk Halal atau undang-undang JPH. Setelah mereka lulus uji kompetensi, maka mereka mendapatkan sertifikat kompetensi dari MUI sebagai auditor halal. (khazanah.republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: