Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina tengah berupaya mencari dukungan agar mandatnya diperbarui untuk tiga tahun ke depan. Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina menilai perbaruan mandat diperlukan agar layanan kemanusiaan kepada para pengungsi Palestina tidak terhenti.

Juru bicara Sami Mshasha mengatakan saat ini pihaknya sedang bekerja bersama Pemerintah Palestina, Yordania, dan Arab Saudi untuk mengumpulkan dukungan politik serta keuangan agar PBB memperbarui mandat Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina. Upaya-upaya ini penting untuk terus memberikan layanan kepada para pengungsi. Hal ini sebagaimana diungkap kantor berita palestina kemarin.

Selain perihal mandat, Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina juga tengah menghadapi defisit keuangan.

Kepala Departemen Urusan Pengungsi Organisasi Pembebasan Palestina Ahmad Abu Houli meminta negara anggota PBB mendukung Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina secara finansial. Dia pun meminta negara-negara agar mendukung pembaruan mandat badan tersebut.

Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina harus menghadapi krisis sejak Amerika memutuskan menghentikan pendanaan atau kontribusi tahunannya untuk lembaga tersebut tahun lalu. (internasional.republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: