Artikel sebelumnya http://fajribandung.com/bahaya-menghina-syariat-1-fenomena/

Klik link http://fajribandung.com/buya-yahya-orang-paling-pintar-dunia-akhirat-itu-berjenggot/

Saat ini sedang ramai membicarakan perkataan salah seorang tokoh ormas Islam, ya tidak penting siapa yang membicarakannya tapi saya kira semua orang sudah tak asing lagi dengan sosok tokoh yang rekaman ceramahnya itu kini tersebar di media sosial.

Salah satu dari pernyataan yang mencengangkan adalah pernyataannya yang “menghina Jenggot” dengan tanpa melihat dalil syari sang tokoh berkomentar bahwa “Semakin Panjang Semkin Goblok”, beliau juga menyatakan bahwa kita itu Islam Nusantara yang memiliki tipilogi sendiri dalam beragama bukan seperti Arab, dia mengatakan seakan-akan jenggot dan syariat lainnya itu adalah Arabisasi…?

Subhanalloh…. Fitnah terbesar diabad ini.

Saudaraku fillah…

Fenomena melecehkan syariat bukan hanya keluar dari mulut yang katanya bergelar Prof, atau Doktor saja, latah alias ikut-ikutan melecehkan syariat agama pun sering diungkap oleh orang-orang yang awam.

 

 

Makna Syariat

Syariat secara etimologi jalan. Kalau meunurut imam al-Qurtubhi madzhab (cara) atau aliran.

Secara Istilah… Agama yang Alloh gariskan untuk hamba-Nya. Atau bisa dipahami juga bahwa syariat adalah cara dalam menjalankan ibadah kepada Allah Swt. Hal ini bebagaimana yang di firmankan Alloh Swt…

لكل جعلنا منكم شرعة و منهاجا

“Untuk tiap-tiap umat di antara kalian, kami berikan aturan dan jalan yang terang” (Q.s. Al-Maidah [5];48)

Bukan Arabnya yang kita ikuti tapi syaraitnya yang kita jalankan.

Nabi kita lahir di Arab, justru syariat Islam lahir di Arab merubah adat istiadat kebudayaan bangsa Arab pada waktu itu, Jilbab bukan adat bangsa Arab, jilbab adalah syariat agama, sholat bukan budaya arab tapi sholat adalah syariat, al-quran diakui bahasa Arab, tapi bukan berarti ini arabisasi. Baca-bacaaan doa berbahasa Arab… ini juga syariat. Jenggot bukan budaya arab tapi jenggot adalah syariat agama.

Dan ini termasuk sunah Rasulullah Saw…

 

“Potong Pendeklah Kumis dan biarkanlah (peliharalah) Jenggot.” (HR. Muslim)

Kalimat jenggot pun tertulis dalam al-Quran

قَالَ يَا ابْنَ أُمَّ لَا تَأْخُذْ بِلِحْيَتِي وَلَا بِرَأْسِي إِنِّي خَشِيتُ أَن تَقُولَ فَرَّقْتَ بَيْنَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلَمْ تَرْقُبْ قَوْلِي

“Harun menjawab’ “Hai putera ibuku, janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku; sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku): “Kamu telah memecah antara Bani Israil dan kamu tidak memelihara amanatku.” (QS. Thaha: 94).

Tidak Boleh Melecehkan Syariat

 

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (QS. At-Taubah [9];65)

Lantas bagaimana hukum melecehkan agama… maka jawabannya ada pada ayat selanjutnya

 

Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. (QS. At-Taubah [9];66)

Bagaimana dengan alas an hanya bercanda …?

Sesatu perkara yang dianggap remeh biasanya akan menjadi bahan candaan. Misalnya ketika hak dan kehormatan seorang sudah tidak dihargai lagi maka dia akan menjadi

Allah berfirman,

وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ

“Kalian menyangka itu remeh, padahal itu masalah besar di sisi Allah.” (QS. an-Nur: 15)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengingatkan, ada sebagian hamba Allah yang dia terjerumus ke dalam neraka, hanya gara-gara satu kalimat yang dia anggap remeh.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ فِيهَا ، يَزِلُّ بِهَا فِى النَّارِ أَبْعَدَ مِمَّا بَيْنَ الْمَشْرِقِ

Sesungguhnya ada hamba yang mengucapkan satu kalimat tertentu, yang tidak dia pikirkan akibatnya, namun menyebabkan dia tergelincir ke dalam neraka, yang dalamnya sejauh timur dan barat. (HR. Ahmad 9157 & Bukhari 6477)

Kebencian, Bisa Jadi Sumber Petaka

Ini termasuk senjata bagi setan untuk menyulut sejuta permusuhan.    Orang yang benci karena nafsu, lebih berpotensi untuk mengucapkan kalimat jelek, jahat, dst. Karena itulah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamsering memohon kepada Allah, agar beliau dibimbing untuk selalu mengucapkan kalimat yang baik ketika sedang cinta atau benci.

Dari Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sering membaca doa berikut dalam shalat,

اَللَّهُمَّ نَسْأَلُكَ كَلِمَةَ الحَقِّ فِي الرِضَا وَالغَضَبِ

Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kalimat haq ketika ridha (sedang) dan marah. (HR. Nasai 1313 dan dishahihkan al-Albani).

Wallahu A’lam

oleh : Murawhy Madholin

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: