Badan regulasi telekomunikasi Bangladesh mengumumkan pada Selasa kemarin bahwa pihaknya telah memerintahkan perusahaan telepon seluler untuk memblokir layanan data berkecepatan tinggi untuk daerah-daerah di mana para pengungsi Rohingya tinggal. Putusan ini untuk mengantisipasi kekhawatiran keamanan menyusul kekerasan baru-baru ini di wilayah tersebut.

Langkah ini mengikuti peningkatan kejahatan kekerasan di wilayah Cox Bazar selatan, di mana lebih dari satu juta pengungsi Rohingya tinggal di kamp-kamp pengungsian di kota tersebut.

Zakir Hussain Khan, juru bicara Komisi Pengaturan Telekomunikasi Bangladesh mengatakan bahwa pihaknya telah meminta perusahaan untuk menghentikan layanan 3G dan 4G dari jam 5 sore hingga 6 pagi di kamp-kamp di Cox Bazar.

Selain itu, ada juga usaha penarikan kartu SIM dari pengungsi Rohingya dan menghentikan penjualan kartu perdana terhadap pengungsi Rohingya. Pihak berwenang meminta perusahaan pada Ahad lalu untuk memblokir layanan ponsel dan berhenti menjual perdana kepada Rohingya. (kiblat.net/admin)

%d blogger menyukai ini: