Virus corona telah terdeteksi di salah satu kamp Bangladesh selatan yang menampung lebih dari satu juta pengungsi Rohingya. Pejabat senior Bangladesh dan seorang juru bicara PBB mengatakan, seorang pengungsi Rohingya dinyatakan positif Covid-19. Itu adalah kasus pertama yang dikonfirmasi di kamp-kamp yang berpenduduk padat tersebut. Mereka telah dibawa ke pusat isolasi setelah mereka dinyatakan positif. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Mahbub Alam Talukder, Komisaris Relief Pengungsi dan Pemulangan, seperti dikutip dari Reuters.

Pasien lain berasal dari “populasi inang”, sebuah istilah yang biasanya merujuk pada penduduk lokal di luar kamp.

Infeksi virus corona telah meningkat dalam beberapa hari terakhir di Bangladesh. Tercatat lebih dari 18 ribu kasus Covid-19 telah terjadi, yang menyebabkan 283 kematian di Bangladesh.

Sebelumnya, peringatan telah diberikan terkait kemungkinan bencana kemanusiaan jika ada wabah yang signifikan di kamp-kamp pengungsi di luar Cox’s Bazar.

Direktur kesehatan Save the Children’s di Bangladesh, Shamim Jahan, mengatakan bahwa virus tersebut telah menguasai negara. Diperkirakan hanya ada 2 ribu ventilator di seluruh Bangladesh, yang melayani populasi 160 juta orang. Sedangkan di kamp-kamp pengungsi Rohingya tidak ada tempat perawatan intensif yang memadai.

Direktur Negara Bangladesh di Komite Penyelamatan Internasional, Manish Agrawal menyatakan bahwa Fasilitas kesehatan kekurangan staf dan ruang, sementara orang-orang di kamp tidak memiliki cukup sabun dan air atau ruang untuk melindungi diri mereka sendiri. (islampos.com/admin)

%d blogger menyukai ini: