Muslim korban kekerasan Myanmar marah ketika pemenang nobel perdamaian Aung San Suu Kyi menolak tuduhan kekejaman terhadap muslim rohingya.

Ketika Aung San Suu Kyi bangkit mengecam tuduhan genosida terhadap negaranya di pengadilan dunia pekan lalu, tiga korban kekerasan etnis Myanmar duduk dekat di belakangnya marah dengan sikap Suu Kyi.

Dilansir di The Guardian, tiga pengungsi bernama Hamida Khatun, Yousuf Ali, dan Hasina Begum telah melakukan perjalanan dari kamp pengungsi Kutupalong di Bangladesh untuk duduk bersama delegasi hukum yang menghadiri sidang darurat Pengadilan Internasional di Den Haag, Belanda.

Hanya pengacara yang diizinkan berbicara dengan 17 hakim selama sidang tiga hari di pengadilan tertinggi PBB.

Ketiga Muslim Rohingya itu harus duduk diam, menahan emosi mereka.

Ketiganya dibawa ke Den Haag oleh organisasi hak asasi manusia, Legal Action Worldwide. Direkturnya, Antonia Mulvey, adalah pengacara Inggris yang bertugas di misi pencarian fakta PBB di Myanmar. Wawancara yang dia lakukan dengan para pengungsi Rohingya dibacakan sebagai bukti selama sidang .

https://khazanah.republika.co.id/

%d blogger menyukai ini: