Seorang bekas jenderal India terlibat perdebatan panas di stasiun televisi di mana dia dengan marah menyerukan pemerkosaan dan pembunuhan massal Muslimah di Kashmir oleh pasukan keamanan.

Dalam perdebatan di channel TV9 Bharatvarsh, Mayor Jenderal Purnawirawan SP Sinha, yang sekarang menjadi anggota partai berkuasa, Partai Bharatiya Janata, awalnya membahas eksodus keluarga non-Muslim dari Lembah Kashmir.

Warganet India marah dan mengecam seruan mantan jenderal itu dan mengkhawatirkan masa depan negara mereka. Beberapa orang menunjukkan bahwa Sinha hanya mempublikasikan realitas yang sudah ada di lapangan.

Menurut laporan Human Rights Watch 1996, India menggunakan pemerkosaan sebagai “taktik kontra-pemberontakan” di Kashmir yang diduduki India untuk meneror penduduk. Awal tahun ini, seorang pemimpin Partai Bharatiya Janata dicopot dari posisinya setelah dia menyerukan orang-orang Hindu untuk memerkosa wanita Muslim di gang-gang secara terbuka di jalanan.

Seruan jahat Sinha langsung ditegur oleh sesama panelis yang menuntut permintaan maaf. Namun, sang pensiunan jenderal bersikukuh pada pendapatnya dan bahkan mendapat dukungan beberapa anggota audiensi.

Seruan itu memicu kecaman marah dari beberapa veteran India. Sinha sendiri tidak bisa dimintai komentar sejak seruannya memicu kemarahan. (suaraislam.id/admin)

%d blogger menyukai ini: