Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mehmud Qureshi, mendesak Organisasi Kerjasama Islam atau OKI untuk menyatukan para Menteri Luar Negerinya membela Muslim India. Qureshi berharap, OKI akan segera menggelar pertemuan untuk membahas hal tersebut.

Mengenai undang-undang kewarganegaraan India, Qureshi mengatakan India telah terbagi menjadi kelompok secular dan kelompok nasionalis hindu.  Ia juga menegaskan bahwa warga Hindu yang berpendidikan juga memprotes undang-undang kontroversial itu.

Pada 11 Desember, parlemen India mengeluarkan undang-undang kewarganegaraan yang kontroversial yang menawarkan hak kewarganegaraan kepada komunitas Hindu, Budha, Kristen, Parsi, dan Jain yang bermigrasi dari Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan. Namun undang-undang itu mengecualikan Muslim, yang memicu protes massa di seluruh negeri yang sejauh ini telah merenggut 26 nyawa.

Pada 24 Desember, Komisi Independen HAM OKI mengutuk keras kekerasan dan hilangnya nyawa selama berlangsungnya protes damai di negara itu terhadap undang-undang kewarganegaraan.

Komisi itu mendesak masyarakat internasional dan PBB untuk menekan pemerintah India untuk mencabut klausul diskriminatif dari undang-undang baru. Selain itu, PBB meminta india untuk mematuhi norma dalam menangani protes damai yang sedang berlangsung.

https://suaraislam.id/bela-muslim-india-pakistan-desak-oki-satukan-suara/

%d blogger menyukai ini: