Sebagaimana dilansir Al Bawaba, sebuah organisasi medis kepada DPA pada Rabu lalu mengatakan bahwa, setidaknya 14 orang meninggal dunia di tengah serangan udara yang menargetkan fasilitas medis di selatan Aleppo dua hari setelah serangan sengit yang menargetkan konvoi bantuan di kota yang sama, yang telah menewaskan 21 orang.

Sementara itu, kepala eksekutif Uni Pelayanan Medis dan Organisasi Bantuan (UOSSM) Zaidoun Zoabi mengatakan bahwa, dua perawat, dua sopir ambulans dan 10 pasien meninggal dunia dalam serangan yang menargetkan di fasilitas tersebut.

Selain itu, organisasi tersebut dalam sebuah pernyataan juga mengatakan bahwa, serangan udara tersebut juga menghantam titik pelayanan medis UOSSM di Khan Touman pada Selasa malam lalu serta menghancurkan fasilitas tersebut dan dua ambulans.

Ia juga menambahkan bahwa, ada kekhawatiran dalam insiden tersebut yang memungkinkan ada lebih banyak korban di bawah reruntuhan.

(Arrahmah.com)

%d blogger menyukai ini: