Pembaca yang dirahmati Allah, Birrul walidain atau berbakti kepada kedua orang tua merupakan wasilah atau perantara menghilangkan bencana dan kesempitan yang melanda seorang hamba.

Dengan bakti kepada orang tua, Allah akan selalu memberi kemudahan dari segala kesulitan hidup, kelapangan dari segala kesempitan dan jalan keluar dari masalah yang mendera. Dalam bakti kepada orang tua, terkandung nilai-nilai yang sangat luhur, silaturahim yang utama adalah kepada orang tua, nafkah yang utama juga kepada orang tua dibanding anggota keluarga lainnya. Sehingga tak heran, jika pahalanya pun begitu besar.

Dalam hadits riwayat Bukhori dan Muslim dari Abdulloh Ibnu Umar tentang kisah 3 orang yang terjebak di dalam gua disebutkan, bahwa Diantara 3 orang tersebut ada satu orang yang bertawasul dengan baktinya kepada orang tuanya.

Dalam riwayat tersebut dikisahkan bahwa ada tiga orang yang berteduh di dalam gua, kemudian ada batu besar yang jatuh dan menutupi mulut gua tersebut. Masing-masing dari mereka bertawasul kepada Allah dengan amalan-amalan shalih mereka.

Dalam kutipan kisah tersebut disebutkan bahwa Seorang dari mereka itu berkata. “Ya Alloh ,  aku mempunyai dua orang tua yang sudah tua-tua serta lanjut usianya dan saya tidak pernah memberi minum kepada siapapun sebelum keduanya itu, baik kepada keluarga ataupun hamba sahaya.

Kemudian pada suatu hari aku mencari daun-daunan untuk makanan ternak. Ketika aku pulang kudapati kedua orang tuaku sudah tertidur.

Selanjutnya aku pun terus memerah susu untuk kedua orang tuaku itu dan keduanya saya temui telah tidur. Aku enggan untuk membangunkan mereka ataupun memberikan minuman kepada seseorang sebelum keduanya, baik pada keluarga atau hamba sahaya.

Seterusnya aku tetap dalam keadaan menantikan bangun mereka itu terus-menerus dan gelas itu tetap pula di tanganku, sehingga fajarpun menyingsing. Anak-anakku menangis karena kelaparan dan

Meminta susu yang aku pegang untuk kedua orang tuaku.

Selanjutnya setelah kedua orang tuaku bangun aku memberi mereka minum susu tersebut.

Ya Allah, jika aku mengerjakan hal yang demikian itu dengan niat benar-benar mengharap keridhoan-Mu, maka lapangkanlah kesulitan yang sedang kami hadapi dari batu besar yang menutupi gua ini.

Dan apa yang terjadi, tiba-tiba batu besar itu membuka sedikit. Tapi mereka masih belum bisa keluar dari gua tersebut. Hingga kedua temannya yang lain bertawasul dengan amal mereka. sehingga mereka bisa keluar dari gua tersebut.

Pembaca yang dirahmati Allah, Dari hadits tersebut jelas bahwa birrul walidain bisa menjadi sarana bertawasul kepada Alloh   untuk menghilangkan segala bencana yang melanda kita. Selain itu, dari kisah tersebut, kita bisa mengambil pelajaran bahwa pertolongan Allah sangat dekat kepada orang yang berbakti kepada kedua orang tua dengan ikhlas. Yakinlah Pembaca, bahwa ketika kita berbakti kepada orang tua, melakukan segala hal yang terbaik untuk kedua orang tua, maka Allah akan menolong kita di dunia dan akhirat.

Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam.

 

%d blogger menyukai ini: