Baru-baru ini beredar kabar yang menyebut temuan adanya sertifikat halal MUI yang terpajang di sebuah gerai Pedagang Kali Lima atau PKL di kawasan Myeongdong, Korea Selatan.

Wakil Direktur LP-POM MUI, Muti Arintawati, menegaskan bahwa logo halal tersebut  palsu.

Data LPPOM MUI menunjukkan bahwa LPPOM MUI tidak pernah melakukan pemeriksaan dan sertifikasi halal serta tidak memberikan logo halal MUI untuk produk PKL di Korea Selatan.

Sebelumnya, beredar berita di media online yang menyebut soal temuan adanya sertifikat halal MUI yang terpajang di sebuah gerai PKL di kawasan Myeongdong. Saat hendak dikonfirmasi oleh wartawan sebuah media daring, pedagang tersebut tak memberikan penjelasan apapun.

Muti menyatakan, berita tersebut di satu sisi menunjukkan kecenderungan yang menggembirakan bahwa logo halal MUI telah menjadi “alat promosi” oleh pedagang makanan di Korea.

Namun, lanjutnya, di sisi lain menjadi masalah karena logo yang mereka gunakan diperoleh dengan cara tidak sah alias ilegal.

Muti bertutur, bersamaan dengan munculnya berita tersebut, reporter website resmi LPPOM MUI juga memperoleh temuan yang sama, juga di tempat yang sama yakni kawasan kuliner Myeongdong, Korea pada Kamis 5 september lalu.

Akan tetapi, saat keaslian sertifikat MUI tersebut ditanyakan kepada pedagang yang bersangkutan, pedagang itu menolak memberikan keterangan apapun. Bahkan pedagang cenderung menghindar dari pertanyaan lebih lanjut.

Berdasarkan penelusuran, penggunaan logo halal tidak hanya logo halal MUI. Tetapi  ada juga logo halal lembaga lain, serta tidak hanya dilakukan oleh satu pedagang. Sejumlah pedagang lain melakukan hal serupa.

Selain ada tulisan “halal” dalam bahasa Arab, ada juga logo halal MUI yang ditambahi keterangan lain dalam Bahasa Korea maupun Cina. Tetapi mereka tidak bisa menjelaskan mengenai asal usul sertifikat halal yang mereka gunakan. (hidayatulloh.com/admin)

%d blogger menyukai ini: