Laznas Baitul Maal Hidayatullah  atau BMH  telah membantu pengungsi Suriah di Turki untuk mandiri dengan program pemberdayaan ekonomi. BMH menyalurkan bantuan untuk menjalankan usaha konveksi dalam bentuk mesin jahit dan biaya sewa tempat usaha untuk para pengungsi Suriah di wilayah Killis, Turki, yang berbatasan langsung dengan Suriah. Bantuan tersebut diberikan atas kerjasama BHM dengan Sahabat AL Aqsa dan Yayasan Sultan Al Fatih.

Direktur Utama Laznas BMH, Marwan Mujahid mengungkapkan,  program bantuan untuk pemberdayaan pengungsi Suriah adalah bentuk tanggungjawab untuk menjadikan pengungsi Suriah lebih mandiri secara ekonomi.

Ia menambahkan, saat ini, pemberdayaan pengungsi Suriah dalam bentuk konveksi telah berjalan dengan keberadaan sekitar 20-an mesin jahit dan mesin obras dengan menyewa sebuah rumah untuk usaha tersebut. Selain melayani order baju seragam dan jaket, program tersebut juga menyelenggarakan kursus menjahit untuk ibu-ibu pengungsi Suriah.

Abdul Ghoni dari Yayasan Fatih mengungkapkan,   ibu-ibu yang sudah mahir dalam kursus menjahit akan mendapatkan sertifikat.  Kemudian mereka dibekali mesin jahit untuk dapat menjahit di masing-masing tempat mereka, dan  hasil jahitannya dikumpulkan di tempat usaha  tersebut.

Menurut abdul Ghoni, Saat ini usaha menjahit tersebut menunjukkan perkembangan yang bagus. Mereka  sudah melayani permintaan dari masyarakat di wilayah Killis, dan  juga mendapat permintaan dari negara lain seperti Yordania. (khazanah.republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: