Kementerian Agama akhir-akhir ini mendapat sorotan akibat kebijakan terkait kurikulum terbaru yang dikeluarkan. Dalam keputusan terbarunya, Kementerian Agama membatasi materi seputar pemerintahan Islam atau khilafah dan jihad. Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, Kesiswaan Madrasah Kementerian Agama, Umar menegaskan kedepannya pembahasan mengenai khilafah akan dihapuskan dari mata pelajaran Fikih dan dimasukkan ke dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam atau SKI.
Umar menjelaskan, perubahan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama atau KMA tahun 2019 tentang Pedoman Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah dan KMA tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah. Diketahui, sebelumnya pedoman kurikulum madrasah, PAI, dan Bahasa Arab mengacu pada KMA tahun 2014. Hal ini sebagaimana diungkapkan Umar pada hari kemarin.
Umar menuturkan, sebagai bagian mata pelajaran SKI, khilafah nantinya hanya akan disampaikan dalam konteks sejarah kebudayaan yang lebih menitikberatkan pembangunan peradaban, sejak zaman Nabi, Khulafaurrasyidin, Daulah Umayyah, Abasiyah, hingga Turki Utsmani. Di samping itu, peserta didik juga akan diberi materi seputar perkembangan Islam modern serta relasinya dengan kepemimpinan bangsa dan negara.
Selain khilafah, penyesuaian juga dilakukan dalam materi pelajaran tentang jihad. Umar mengklaim materi ini nantinya tidak hanya membahas perkembangan perjuangan Islam sejak zaman Nabi, Khulafaurrasyidin, sampai ulama, tapi juga tentang dinamika jihad kontemporer. (kiblat.net/admin)

%d blogger menyukai ini: