Gaza, Palestina – Global Humanity Response, Aksi Cepat Tanggap atau GHR-ACT, Andi Nur Faradiba, dalam keterangannya kepada media, mengatakan bahwa Dapur Umum Indonesia bulan ini beroperasi sejak 9 Februari. Makanan didistribusikan ke sekolah-sekolah di seluruh Jalur Gaza. Setiap hari makanan dimasak untuk 500 warga Gaza.

Di sekolah, anak-anak menyantap bersama makanan siang. Mereka duduk berkelompok. Makan bersama menjadi momen langka bagi mereka.

Andi mengatakan bahwa Makanan Dapur Umum Indonesia ditujukan untuk murid sekolah di seluruh Jalur Gaza. Sekolah yang menjadi tujuan utama juga keluarga miskin di jalur Gaza.

Dapur Umum Indonesia merupakan program bantuan pangan yang dilakukan ACT sebagai rangkaian kepedulian terhadap Palestina. Pembagian pangan bergizi itu merupakan respon terhadap maraknya kasus malnutrisi di kalangan siswa di Gaza.

Kasus minimnya ketahanan pangan di Palestina belakangan mencuat dan berdampak pada anak-anak Palestina usia sekolah. Awal Februari lalu, Zaher Al-Banna selaku Kepala Dewan Orang Tua di sekolah organisasi PBB untuk pengungsi Palestina atau UNRWA, mengatakan banyak siswa di sekolah-sekolah Palestina yang melewatkan sarapan sebelum berangkat ke sekolah.

Hal ini dikarenakan keterbatasan finansial keluarga mereka, sebagai akibat dari blokade Israel yang berkepanjangan. (republika/admin)

%d blogger menyukai ini: