Fasilitas-fasilitas sanitasi seperti sumur air, stasiun pembuangan dan pengolahan limbah Gaza kini membutuhkan tenaga listrik secara konstan. Keterangan ini disampaikan Direktur Jenderal Air dan Sanitasi Jalur Gaza Maher Salem, Rabu (23/08/2017) yang lalu.

Salem mengatakan listrik amat dibutuhkan untuk menghasilkan air dari sumur, memompa air limbah ke stasiun pembuangan limbah dan kemudian ke stasiun sentral pengolahan limbah di selatan kota.

Salem menyatakan bahwa pemerintah kota berusaha memperkecil krisis dengan mengoperasikan fasilitas-fasilitas tersebut dengan generator pembangkit listrik, namun tidak cukup untuk menutup kekurangan arus listrik.

Jalur Gaza mengalami krisis listrik yang parah. Dalam sehari, setiap rumah di Jalur Gaza hanya mendapatkan listrik selama empat jam. Karena stasiun pembangkit listrik berhenti beroperasi akibat kelangkaan bahan bakar disebabkan blokade yang diberlakukan terhadap Jalur Gaza sejak sebelas tahun terakhir.

(Islampos.com)

%d blogger menyukai ini: