Sebagaimana dilaporkan kantor berita Arabnews pada Rabu kemarin. Seorang pelajar Muslimah asal Spanyol dilarang mengenakan jilbab oleh sebuah lembaga pelatihan. Namun, ia akhirnya diizinkan untuk belajar dengan mengenakan jilbab setelah pemerintah daerah membolehkannya.

Masalah ini langsung menjadi bahan perdebatan di Spanyol, sebab saat ini belum ada hukum yang melarang segala jenis jilbab yang bisa dikenakan di tempat umum. Dilarangnya Takwa Rejeb untuk masuk kelas menimbulkan kegelisahan di negara dengan populasi 46,5 juta umat Muslim ini.

Asosiasi Anti-diskriminasi dan Rasisme membawa kasus Rejeb mendapat titik terang, setelah ia ditolak masuk lembaga pelatihan profesional Benlliure di Valencia pada 8 September silam.

Menurut pengacara Francisco Solans, lembaga tersebut telah memintanya untuk mengikuti aturan internal yang melarang setiap mahasiswa mengenakan tutup kepala jenis apapun, baik itu topi atau kerudung. Namun, manajemen lembaga ini menolak berkomentar mengenai kasus tersebut.

Menghadapi kontroversi yang dipicu oleh kasus larangan jilbab ini, pemerintah daerah Valencia akhirnya bertindak adil, dengan memaksa lembaga ini untuk memungkinkan Rejeb bisa masuk kelas.

(Islampos.com)

%d blogger menyukai ini: