Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Abdul Salik Khan menegaskan isu di wilayah Jammu dan Kashmir bukan persoalan bilateral antara Pakistan dengan India. Ia menjelaskan ada institusi pada tingkat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang turun tangan di Kashmir. Hal ini sebagaimana diungkapkan Salik Khan dalam wawancara khusus dengan media indonesia, antara, kamis kemarin.

Hal itu disampaikan Dubes Salik Khan berdasarkan pertemuan tertutup yang digelar oleh Dewan keamanan PBB pada 16 Agustus lalu untuk membahas isu Kashmir setelah Pemerintah Pakistan melakukan pendekatan. Selain itu, dalam Sidang Majelis Umum PBB ke 74 di New York pada Jumat sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan juga mengangkat isu Kashmir di hadapan pada pemimpin negara.

Salik Khan mengklaim setelah India secara sepihak mencabut status otonomi khusus atas Kashmir pada 5 Agustus, kondisi di wilayah itu menjadi tidak kondusif. Masyarakat terkurung di rumah sendiri, juga terisolasi secara telekomunikasi serta mengalami represi.

Menurut ia, saat ini ada sekitar 600 ribu tentara India yang bersiaga di kawasan yang dihuni oleh delapan juta masyarakat Muslim Kashmir. Hari ini adalah hari ke 58 orang-orang Jammu dan Kashmir berada di bawah peraturan jam malam.

Atas kondisi tersebut, Pakistan mengaku ingin menyelesaikan konflik yang terjadi sebagaimana Imran Khan menyebut negaranya mendukung perjuangan orang-orang Kashmir. (republika.admin)

 

%d blogger menyukai ini: