Puluhan akademisi, seniman, sutradara film, aktor dan jurnalis mendesak Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk mengutuk tindakan ekstrimis sayap kanan yang secara sengaja menyerang seorang wanita Muslim karena menggunakan jilbab-nya.

Dalam surat terbuka yang diterbitkan di harian Le Monde, sebanyak 90 orang mendesak Macron segera mengkritik politikus daerah sayap kanan, Julien Odoul, yang memerintahkan seorang wanita Muslim untuk menghapus berita utamanya di pertemuan dewan regional.

Surat ini menekankan bahwa tindakan menghina orang lain dan mengadopsi sikap rasial karena agama mereka tidak dapat diterima. Surat itu mendesak presiden untuk mengambil tindakan terhadap anggota parlemen yang kontroversial tersebut.

Surat terbuka tersebut juga mengatakan kelompok sayap kanan di Prancis telah mengubah kebencian terhadap Muslim menjadi alat propaganda.

Surat itu menggarisbawahi baik sayap kanan maupun kiri di negara itu tidak menahan diri dari tindakan diskriminasi terhadap perempuan Muslim dengan dalih sekularisme.

Pekan lalu, dalam sebuah rapat dewan sekolah di Dijon, Prancis timur, seorang wanita yang menggunakan jilbab diteriaki oleh seorang pejabat Julien Odoul, di tengah pertemuan dewan.

Julien Odoul, menuntut orang tua murid untuk melepaskan hijab yang dipakai saat menghadiri rapat dewan, pada 11 Oktober lalu. (hidayatulloh.com/admin)

%d blogger menyukai ini: