Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan Amerika Serikat tidak memenuhi janjinya memberantas milisi Kurdi dari kawasan perbatasan Suriah. Erdogan menegaskan ia akan mengangkat isu tersebut saat dirinya bertemu dengan Presiden Donald Trump pekan depan.

Pada Oktober, Turki meluncurkan serangan lintas-perbatasan dengan pemberontak Suriah terhadap para petempur Kurdi. Setelah mengambil kendali 120 kilometer petak wilayah, Turki membuat kesepakatan dengan Amerika untuk tetap mereka mengeluarkan milisi kurdi dari kawasan tersebut.

Erdogan akan membahas implementasi kesepakatan dengan Trump itu di Washington pada 13 November mendatang setelah memastikan kunjungan tersebut akan dilanjutkan. Hal ini sebagaimana diungkapkan Erdogan saat konferensi pers, mengacu pada batas waktu yang ditentukan dalam kesepakatan Oktober.

Pejabat Turki sebelumnya mengatakan Erdogan mungkin membatalkan kunjungan ke Amerika sebagai protes atas suara DPR Amerika, yang mengakui pembunuhan massal Armenia satu abad lalu sebagai genosida dan mengupayakan sanksi untuk Turki. (republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: