Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa ia akan memberi tahu mitranya dari Amerika serikat, Donald Tramp, bahwa Washington harus berbuat lebih banyak untuk mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang mereka sepakati dalam rangka menghentikan serangan Turki di Suriah.

Saat ia bersiap untuk pergi ke Washington, Erdogan mengatakan kepada wartawan bahwa ia akan mengatakan kepadanya, menyertakan sejumlah dokumen, bahwa perjanjian yang telah dicapai dalam operasi belum sepenuhnya dilaksanakan.

Turki membuat kesepakatan dengan Amerika Serikat pada 17 Oktober untuk menangguhkan serangan militernya di Suriah utara. Sebagai imbalannya, Washington memastikan penarikan pasukan Kurdi Suriah dari “zona aman” yang diusulkan.

Ankara menyepakati perjanjian terpisah dengan Rusia beberapa hari kemudian di mana Moskow setuju untuk memastikan penarikan pasukan Kurdi dari daerah-daerah yang berdekatan.

Turki melancarkan serangan bulan lalu untuk mendorong militan Kurdi kembali dari perbatasannya dan memberi ruang bagi pemulangan pengungsi Suriah.

Namun Erdogan mengatakan “kelompok-kelompok teror” Kurdi masih belum meninggalkan kota-kota utama, termasuk Manbij, Tal Abyad, Qamishli, dan Tal Rifaat.

Baik Rusia maupun Amerika Serikat tidak dapat menyingkirkan kelompok-kelompok teror dalam waktu dan hari tertentu.

Kunjungan Erdogan ke Washington terjadi di tengah ketegangan yang menimpa hubungan bilateral keduanya karena perselisihan tentang konflik Suriah. Ditambah lagi, Dewan Perwakilan Rakyat Amerika mengakui pembunuhan massal orang-orang Armenia satu abad yang lalu sebagai genosida.

https://www.arrahmah.com/

%d blogger menyukai ini: