Presiden Turki saat membuka pertemuan KTT Komite Tetap 29 untuk Kerja Sama Ekonomi dan Komersial, mengatakan bahwa Kezaliman apa pun yang tak dilawan akan membuat pelaku penindasan semakin berani.

Dalam pidatonya Erdogan mengajak kepada seluruh umat Islam untuk menjadi pembela keadilan di abad ke-21 ini.

Erdogan menggarisbawahi bahwa kezaliman apa pun yang tidak dilawan akan membuat pelaku penindakan semakin berani.

Israel yang tidak menghormati kehidupan, harta benda dan hak bekerja rakyat Palestina, mereka akan terus membahayakan masa depan dunia dan kawasan itu.

Erdogan menegaskan, mereka yang menjarah Yerusalem, kemudian menjadikannya sebagai pusat kepercayaan mereka sendiri, padahal kota itu adalah kota suci bagi tiga agama, telah melakukan kesalahan besar.

Erdogan mendesak Perserikatan Bangsa-bangsa, organisasi internasional dan regional lainnya untuk mengakui tanggal 15 Maret sebagai Hari Solidaritas Internasional melawan Islamofobia.

Ia menyatakan merasa sangat bahagia dapat menjamu para peserta dari berbagai belahan dunia, peradaban, benua, dan budaya di Istanbul.

Dalam kesempatan itu, Erdogan juga menyerukan kepada seluruh dunia Islam untuk memberikan dukungan kepada Albania yang dilanda gempa bumi.

Erdogan mengatakan bahwa baru-baru ini gerakan-gerakan anti-Islam dan xenofobia berkembang di dunia barat. Dia menggarisbawahi para minoritas semakin sulit menjalani hidup sesuai dengan kepercayaan masing-masing di negara lain.

Di samping itu, para kelompok teroris, yang jelas telah diketahui untuk apa dan kepada siapa mereka bekerja, telah menumpahkan darah di masjid, sekolah, dan pasar, ujar Erdogan.

Erdogan menyayangkan negara-negara yang mengalami kelaparan, kemiskinan, kekeringan, dan ketidakadilan dalam pendapatan adalah negara-negara Islam.

Dia mengatakan 28 dari 54 negara berpenghasilan rendah di dunia dengan defisit pangan adalah para anggota Organisasi Kerjasama Islam atau OKI.

https://suaraislam.id

%d blogger menyukai ini: