Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh…  

Innalhamdalillah washolatu wassalamu ala rosulillah, amma ba’du…

Pembaca yang budiman dimanapun anda berada. Alhamdulillah pada kesempatan kali ini kita bisa berjumpa kembali dalam rangka meningkatkan keilmuan kita kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang sebuah fenomena, yaitu fenomena komunitas haters

Apa itu haters, Haters adalah sebutan untuk sekelompok orang yang memiliki kesamaan pendapat terhadap seorang tokoh yang mereka sepakat untuk membencinya, bentuk kebencian ini mereka aplikasikan dengan sungguh-sungguh mempelajari dan mencari-cari kekurangannya dari sosok yang mereka benci, dimana akhir-akhir ini sudah mulai merambah ke tokoh selebriti sebagai sosok yang dibencinya, lalu mereka interpretasikan kebencian itu melalui hujatan di social media, saat bertemu dengan tokoh tersebut, bahkan dibeberapa kasus hingga sampai bullying membahayakan tokoh yg mereka benci. Seperti kita tahu cinta atau benci itu sudah ada dari jaman dahulu , termasuk model-model seperti haters ini. Bahkan dalam islam, cinta dan benci ini juga diatur seperti contohnya adalah hukum al wala wal baro, namun haters jelas adalah racikan baru dalam menyikapi cinta dan benci itu sendiri yang seperti biasa, setiap ada komunitas aneh-aneh seperti ini yang menyangkut gaya hidup atau tren biasanya adalah produk import atau bukan budaya asli Indonesia apalagi budaya islam, jelas pasti bertolak belakang. Karena fenomena haters ini adalah produk import dari barat tentunya. Seharusnya ini sudah jadi tugas penganut islam nusantara untuk membenarkannya karena ini bertolak belakang dengan budaya nusantara, namun seperti biasa kalau yang masuk adalah budaya barat, jepang, cina, korea, padahal jelas merusak budaya nusantara mereka tidak ribut, karena mereka ribut kalau yang masuk itu adalah khusus budaya arab, bahkan lebih spesifik khusus budaya islamnya saja yg mereka tolak, seperti jenggot, tidak isbal, cadar, dll. Karena bila budaya arab yang bukan syariat islam seperti contohnya itu berbentuk dandanan ala habaib-habaib atau alat music yang kearab-araban anehnya mereka tidak pernah ribut.

Lalu kenapa pada kesempatan kali ini, fenomena haters kita bahas. Itu karena fenomena ini berlawanan dengan budaya islamnya, karena kita disini tidak pernah mempermasalahkan itu budaya arab, barat, jepang, korea, bahkan budaya nusantarapun selama tidak melanggar syariat insya Allah kita dukung.

Kembali ke topik bahasan. Tradisi haters adalah efek lanjutan dari tradisi bully yang jauh lebih dahulu masuk ke Indonesia, apa itu bully

Bully berhasal dari Bahasa inggris yang artinya adalah Tindakan mengancam, mengintimidasi hingga pemaksaan terhadap seseorang atas dasar ketidak seimbangan kekuasaan social atau fisik, seperti contohnya yg fisiknya kuat terhadap yang lemah, atau yang banyak teman terhadap yang tidak punya teman. Hal ini dapat mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik hingga paksaan yang dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu. Tindakan penindasan ini biasanya ada empat jenis, yaitu secara emosional, fisik, verbal, dan yang terbaru melalui media maya. Budaya penindasan ini dapat berkembang dimana saja selagi terjadi interaksi antar manusia, dari mulai di sekolah, tempat kerja, rumah tangga, dan lingkungan.

Namun ada perbedaannya bila kita bandingan fenomena bully dimasa lalu dengan sekarang, sebagai salah satu contoh kasus yaitu disekolah SD, fenomena bully dimasa lalu umumnya anak membully atas dari contoh yang dia lihat di media-media seperti televisi, game, buku, dll tanpa ada campur tangan orang tuanya, namun yang sekarang kita bisa lihat fenomena bully ini banyak yang atas dukungan dan dorongan orang tua, subhanallah. Karena menurut psikolog, kebiasaan membully ini susah untuk dihilangkan, sehingga kenikmatan membully ini tidak hilang hingga dewasa dan pada akhirnya ada kepuasan atau kenikmatan tersendiri ketika sang orang tua melihat anaknya berhasil membully temannya, hingga sosok orang tua akan terus memancing dan mendorong anak untuk terus mem bully temannya dan menanyakan update terbaru dari anaknya, dengan ungkapan-ungkapan “gimana nak si anu sudah kamu apain aja barusan, oh anak hebat”. Inilah realitas fenomena yang terjadi dewasa ini

Lalu apa hubungannya ntara bully dan haters ? berikut pembahasannya

Pada awalnya sosok yang di bully hanyalah anak yang tidak terlalu dikenal sehingga kelompok pem bully ini hanyalah beberapa orang namun Pada kelanjutannya hasrat bully ini bertransformasi ke skup yang lebih besar dimana memungkinkan untuk menghimpun komunitas yang lebih besar dalam membully itu sendiri. Maka jatuhlah pilihan mereka kepada sosok artis yang sudah jelas dikenal banyak orang sehingga memalui tokoh artis ini, yang awalnya kelompok bully ini hanya berisi beberapa orang dapat bertransformasi menjadi kelompok yang lebih besar. Dan itulah cikal bakal komunitas hater ini.

Yang kita sedihkan ternyata ada beberapa kasus dimana fenomena haters ini bisa menjadi ekstrim sehingga ancaman pembunuhan. Berikut kasus2 yang terekam media :

  1. pada Oktober 15, 2006, salah seorang anggota boyband DBSKbernama Yunho diracun oleh salah satu haters nya. Dia memberikan sebuah minuman yang isinya adalah superglue. Untung nyawa Yunho tertolong. Si haters menyerahkan diri ke polisi dan mengatakan bahwa dia membenci semua anggota boysband tersebut, terutama Yunho.
  2. Dan yang terjadi di dalam negeri adalah kasus Aliando Syarief yang diancam mau dibunuh haters
  3. Dan masih banyak yang lainnya

Dari sinilah saya melihat indahnya islam sebagai agama yang fitrah, ajaran islam tidak meniadakan realita karakter manusia yang memiliki memiliki kecenderungan cinta dan benci terhadap sesuatu, bukan seperti ajaran munafik yg mengatakan mereka ajaran kasih, cinta damai atau apapun yang mengklaim bahwa mereka sudah berhasil membersihkan hati hingga sudah tidak ada kebencian SEDIKITPUN dihati mereka, namun realitasnya itu semua hanyalah pencitraan, karena hal itu mustahil, sebab cinta dan benci tu sudah menjadi firah manusia. Namun islam sebagai agama yang fitrah mengarahkannya dan mengaturnya melalui syariat melalui konsep al wala dan wal baro, sehingga cinta dan benci ini tidak memunculkan kemudorotan kepada manusia bahkan mendatangkan manfaat.

By : murahwy madholin

Lanjut ke link http://fajribandung.com/fenomena-haters-2/

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: