Pasca gempa bumi di Provinsi Maluku, Kamis kemarin, korban jiwa terus berjatuhan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat dalam keterangannya hingga Jumat kemarin bahwa sebanyak 23 orang meninggal dunia. Korban meninggal tertinggi diidentifikasi di Kabupaten Maluku Tengah, yakni sebanyak 14 orang. BPBD Provinsi Maluku mencatat pada Kamis kemarin bahwa total korban meninggal sebanyak 23 orang. Hal ini sebagaimana diungkapkan Agus Wibowo Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Jumat kemarin.

Selain ditemukan di Kabupaten Maluku Tengah, korban meninggal juga terjadi di Kota Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat juga melaporkan bahwa lebih dari 100 orang menderita luka-luka. Korban luka disebabkan reruntuhan bangunan pasca gempa.

Korban luka-luka terjadi di Kabupaten Maluku Tengah. Lebih dari 100 orang mengalami luka di Desa Liang. Di Kota Ambon, 5 orang luka dan telah mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, Sekitar 15 ribu warga masih mengungsi pascagempa dan dikarenakan rumah mereka yang rusak dan mengantisipasi gempa susulan yang membahayakan bangunan tempat tinggal.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Agus Wibowo mengatakan lebih 170 rumah rusak akibat gempa Magnitudo 6,5 di Ambon pada Kamis kemarin.  Agus mengatakan kerusakan tidak hanya terjadi pada sektor perumahan, tetapi juga pada fasilitas pendidikan dan tempat ibadah. (hidayatulloh.com/admin)

%d blogger menyukai ini: