Sedikitnya 40 pejuang oposisi gugur pada Sabtu kemarin setelah serangan rudal menargetkan pertemuan mereka di Suriah barat laut. Serangan itu terjadi beberapa jam setelah “gencatan senjata” yang didukung Rusia diumumkan.

Rudal tersebut menargetkan pertemuan para pemimpin kelompok Jihadi dan faksi-faksi sekutunya di dekat kota Idlib, ujar Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia , seperti dilansir media di hari yang sama.

Serangan udara di wilayah Idlib yang dikendalikan oposisi telah berhenti pada Sabtu, setelah rezim menyetujui gencatan senjata yang didukung Rusia setelah empat bulan pemboman mematikan. Tetapi, serangan rudal menargetkan pertemuan yang diadakan oleh para pemimpin Hurras Al-Deen, Ansar Al-Tauhid dan kelompok sekutu lainnya di dalam sebuah kamp pelatihan di dekat kota Idlib. Serangan itu menewaskan setidaknya 40 pemimpin.

Seorang koresponden menceritakan ada kepulan asap hitam membubung ke atas setelah ledakan mengguncang kubu oposisi.  Ambulans bergegas ke lokasi serangan, yang ditutup untuk para wartawan.

Tidak segera jelas apakah rudal diluncurkan dari pesawat tempur atau posisi di darat, dan siapa yang berada di balik serangan tersebut juga masih belum terungkap. (arrahmah.com/admin)

%d blogger menyukai ini: