Gerakan internasional di Istanbul, Asosiasi Destec Gaza yang mengkhususkan diri dalam urusan kemanusiaan di Jalur Gaza meluncurkan kampanye kemanusiaan yang berjudul “Gaza .. tidak akan berhenti denyut nadinya”. Kampanye tersebut untuk menyelamatkan kondisi kesehatan dan pendidikan serta melindungi orang-orang di Jalur Gaza yang sedang berada di bawah kondisi kehidupan yang sangat sulit dan bencana kemanusiaan yang berkepanjangan.

Peluncuran kampanye ini terjadi di akhir konferensi yang diadakan oleh sejumlah kalangan untuk meluncurkan laporan tahunan tentang situasi kemanusiaan di Jalur Gaza, di Hari Amal Internasional dan 13 tahun pengepungan Gaza.

Konferensi tersebut disampaikan dalam 11 bahasa di hadapan sejumlah lembaga internasional, donor dan media di Istanbul, untuk meninjau laporan tahunan khusus memantau situasi kemanusiaan di Jalur Gaza.

Direktur Jenderal Asosiasi Gaza, Dustik Abdul Majid Al-Aloul mengatakan, realitas Gaza adalah yang terburuk dalam tahun-tahun terakhir pengepungan.

Ia menunjukan angka-angka dan statistik kemanusiaan tragis yang mengindikasikan bahwa Jalur Gaza adalah yang tertinggi kasus kemanusiaanya di dunia.

Aloul kembali mengingatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa Jalur Gaza tidak dapat dipertahankan hingga tahun 2020. indeks ekonominya terburuk di dunia dalam dua dekade terakhir, menurut Bank Dunia.

Dia menyerukan PBB, Organisasi Kerjasama Islam dan Liga Negara-negara Arab untuk menjalankan perannya mengakhiri pengepungan ilegal di Jalur Gaza. Ia juga menyerukan lembaga donor untuk meluaskan partisipasinya dalam interaksi kampanye internasional untuk mendukung Gaza. (palinfo.com)

%d blogger menyukai ini: