Indonesia Muslim Lifestyle Festival atau Muslim Life Fest resmi dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta Convention Center akhir agustus kemarin.

Dalam sambutannya Anies mengatakan sudah seharusnya konsepsi bisnis berbasis syariah dan gaya hidup halal tertanam kuat dan menjadi pondasi yang menggerakkan roda perekonomian bangsa. Anies mengatakan populasi Muslim di Indonesia tertinggi di dunia, yaitu 87 persen dari total penduduk Indonesia sebanyak 261 juta jiwa. Lebih dari 12 persen dari seluruh Muslim di dunia ada di Indonesia.

Jumlah populasi Muslim tersebut menciptakan pasar baru produk-produk halal yang perputaran bisnisnya sangat potensial dalam tiga tahun terakhir.

Tahun 2017, Global Islamic Forum mengkalkulasi total belanja masyarakat muslim dunia dari berbagai sektor halal seperti makan dan minum, farmasi, kosmetik, busana Muslim, wisata dan media hiburan halal serta keuangan syariah telah mencapai 2,1 triliun dolar Amerika yang nilainya setara dengan 0,27 persen dari total produk bruto dunia.

Saat ini, Indonesia baru di peringkat 11 dan 15. Sedangkan untuk sektor seperti keuangan Islam, halal travel dan halal kosmetik atau farmasi, Indonesia masuk dalam 10 besar. Halal travel menduduki peringkat tertinggi yaitu di nomer 4. Semua hal ini dipaparkan Anis pada acara tersebut.

Sebagai pemain utama, Anies mengatakan, umat Islam harus memiliki jiwa entrepreneurship dan memahami prinsip-prinsip syariah dalam kegiatan ekonomi. Satu sisi,  antusiasmi gairah gaya hidup halal di kalangan anak muda saat ini sudah kelihatan bergema.

Terlihat dari gerakan-gerakan anak muda yang hijrah untuk bisa sepenuhnya menjalani gaya hidup halal. Perkembangan ini, tentu memunculkan fenomena  maraknya digunakan istilah syariah dan halal.

sumber: jurnal

%d blogger menyukai ini: