Lebih dari 800 warga Palestina memeriksakan kesehatan mereka di Klinik Indonesia. Klinik Indonesia yang dibangun Aksi Cepat Tanggap melayani masyarakat Gaza selama dua pekan, yakni  dari tanggal 9 hingga 23 Januari 2020. Tim medis Klinik Indonesia untuk Palestina melaporkan ada beberapa keluhan yang disampaikan pasien yang berobat. Keluhan yang disampaikan mulai dari influenza sampai kehamilan berisiko tinggi.

Korban luka saat aksi damai Great return March juga banyak yang memeriksakan keadaannya. Tim Global Humanity Response- ACT, Andi Nur Faradiba menyebut sebagian besar pasien luka yang memeriksakan kesehatan adalah korban tembak tentara Israel.

Pasien Klinik Indonesia didominasi laki-laki dan dari kalangan remaja. Disusul paruh baya, usia 45 sampai 50 tahun, lalu balita sampai anak-anak.

Klinik Indonesia telah menerima kerja sama seluruh gubernur di Gaza, terutama untuk melayani korban luka serangan Israel. Adanya dokter spesialis menumbuhkan rasa syukur warga Gaza Utara yang membutuhkan perawatan intensif.

Di bidang kesehatan, selain menyediakan pelayanan medis, ACT juga mendukung warga difabel Palestina dengan membagikan bantuan kursi roda. Desember lalu, sebanyak 100 kursi roda diserahkan ke penduduk Palestina yang mengalami cacat fisik akibat serangan Israel.

%d blogger menyukai ini: