Muasasah Ath-Thawafah Makkah menyetujui usulan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag untuk memasang pembatas jemaah laki-laki dan perempuan di tenda Mina. Selama ini, tidak ada pembatas yang dipasang di tenda Mina. Hal ini sebagaimana diungkapkan Direktur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis saat bertemu Muassasah Ath-Thawafah di Makkah pada Senin kemarin.

Pertemuan tersebut dihadiri Pimpinan Muasasah beserta jajarannya. Dari delegasi Indonesia, selain Sri Ilham, hadir juga Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Djumali bersama Staf Teknis Haji lainnya.

Dikutip dari website Kementerian Agama, pertemuan ini mengagendakan evaluasi operasional haji, sekaligus pembahasan peningkatan layanan haji. Dalam kesempatan itu, Sri Ilham menyampaikan permohonan yang sebelumnya disampaikan Menteri Agama RI, Fachrul Razi kepada Menteri Haji dan Umrah Saudi dalam pertemuan yang digelar awal bulan lalu agar memperioritaskan pembangunan toilet bertingkat di Mina untuk jemaah haji dari Indonesia.

Selain itu, ia juga meminta agar sejumlah inisiatif Indonesia untuk perbaikan layanan haji tahun lalu di Arafah dan Mina tetap dipertahankan, antara lain: AC freon di Arafah dan penomoran tenda di Armina.

Sri Ilham menuturkan, pihak muasasah pun sepakat dengan hal ini. Mereka berkomitmen untuk menyerahkan denah penempatan jemaah sejak tanggal 1 Dzulhijjah untuk memastikan kesiapan fasilitas yang tersedia di Arafah dan Mina, mulai AC, listrik, dan fasilitas lainnya. (kiblat.net/admin)

%d blogger menyukai ini: