Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh…

Innalhamdalillah washolatu wassalamu ala rosulillah, amma ba’du…

Pembaca yang budiman… alhamdulillah pada kesempatan kali ini, kita akan berjumpa kembali dalam rangka meningkatkan keilmuan kita terhadap agama Alloh .

Pendengar budiman… Pada rubrik ini, kita akan membahas tentang hakikat thoharoh dalam Islam. Semoga melalui pembahasan ini, kita akan semakin memahaminya.

Saudarakaummusliminrohimakumulloh…

Thoharoh secara bahasa bermakna membersihkan kotoran. Baik kotoran yang berwujud atau hissiy maupun kotoran yang tidak berwujud atau maknawi.Adapun makna thoharoh secara istilah adalah menghilangkan hadats, najis, dan kotoran dengan menggunakan air atau tanah yang suci.

Jadi, yang dimaksud dengan istilah thoharoh adalah menghilangkan kotoran-kotoran yang masih melekat di badan yang membuat tidak sahnya ibadah sholat dan ibadah-ibadah yang mensyaratkan kesucian lainnya.

Saudara kaum muslimin rohimakumulloh…

Dalam Islam, thoharoh terbagi menjadi dua kategori, yaitu thoharoh secara maknawi dan thoharohhissiy.

Pertama, ThoharohMaknawi

Thoharoh maknawi adalah thoharoh dari segala bentuk kesyirikan, bid’ah, dosa, sifat tercela, maksiat, dankotoran-kotoran iman lainnya.Pada hakikatnya, thoharoh maknawi adalah bentuk menyucikan diri dari noda-noda yang merusak diri dan iman seseorang. Thoharoh maknawi disebut pula dengan thoharohbatin.

Secara tegas, Alloh menyebutkan bahwa orang-orang kafir adalah najis.Ini menunjukkan bahwa seluruh keyakinan yang menyimpang dari ajaran Islam adalah najis yang wajib dibersihkan.Hal ini sebagaimana firman Alloh dalam al-Qur’an surat at-Taubah ayat 28 berikut:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ

“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis…”

Saudara kaum muslimin rohimakumulloh…

Berkaitan dengan ayat ini, SyekhAbdurrohman as-Sa’di menjelaskan maksud kata najis dalam ayat tersebut adalah kotor dalam akidah dan amal perbuatan mereka. Peribadatan kepada selain Alloh adalah perbuatan yang jauh lebih kotor dari najis biasa.

Dalam hal ini, Imam Muhammad bin Ali asy-Syaukani juga menjelaskan bahwa jumhur ulama dari kalangan salafyaitu ulama terdahulu dan kholafyaitu ulama kontemporer, termasuk di antaranya ulama empat mazhab. Mereka berpendapat bahwa orang kafir tidaklah najis secara dzatnya. Sebab Allohmenghalalkan makanan mereka untuk umat Islam, dan Rosululloh pun bermuamalah dengan mereka. Seperti berwudhu, makan, dan minum dengan menggunakan bejana mereka.

Pembaca yang budiman…

Dengan demikian, penyimpangan keyakinan adalah najis, bahkan jauh lebih najis dibanding najis lainnya.Tetapi, yang dimaksud najis tersebut adalah najis secara maknawi. Oleh karena itu, thoharoh maknawi ini lebih penting daripada thoharoh hissiy.

Saudara kaum muslimin rohimakumulloh…

Ada beberapa bentuk thoharoh maknawi ini. Di antara adalah:

Pertama, Menauhidkan Alloh. yaitu mengikhlaskan ibadahhanya kepada Alloh dengan memfokuskan tujuan beribadah hanya kepada-Nya. Tidak mencampur-adukan ibadah dengan kesyirikan dalam bentuk apapun. Alloh berfirman dalam surat al-Bayyinah ayat 5:

وَمَا أُمِرُوْا إِلاََّ لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

“Mereka tidak disuruh kecuali supaya beribadah kepada Alloh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama yang lurus.”

Pendengar yang budiman…

Kedua, Ittiba’ yaitu mengikuti Rosululloh dalam memahami dan mengamalkan Islam. Baik berkaitan dengan akidah, ibadah, muamalah, akhlak, maupun seluruh sendi kehidupan. Itiba merupakan bentuk thoharoh secara maknawi karena ibadah yang tidak sesuai dengan tuntunan Rosululloh akan ditolak.Rosululloh bersabda dalam hadis riwayat Imam Muslim:

« مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ ».

“Barangsiapa yang melakukan amal ibadah yang tidak ada dasar perintahnya dari kami atasnya maka ia ditolak.”

 

 

Pendengar yang budiman…

Ketiga, Beramalsholih, yaitu mengerjakan kewajiban dan menjauhi larangan AllohdanRosul-Nya. Amal sholih ini bisa menjadi sebab meraih ampunan dari Alloh .Alloh berfirman dalam surat al-Maidah ayat 9 berikut:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ

“Alloh telah menjanjikan kepada orang-orang beriman dan beramal sholih bahwa mereka akan diampuni semua dosanya dan mendapatkan pahala surga yang sangat besar.”

Pendengar yang budiman…

Keempat, Bertaubat,  yaitu meminta ampun kepada Alloh dari seluruh dosa dan maksiat. Seperti sifat benci, hasad, iri, dengki, marah, dan sifat tercela lainnya. Berkaitan dengan perintah taubat dari segala macam dosa dan maksiat, Alloh berfirman dalam surat at-Tahrim ayat 8 yaitu:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ

“Wahai orang-orang beriman, bertaubatlah kalian kepada Alloh dengan taubat yang sungguh-sungguh. Mudah-mudahan Tuhan kalian menghapuskan dosa-dosa kalian dan memasukan kalian kedalam surga-surga.”

Saudara kaum muslimin rohimakumulloh…

Tahukah Anda, Rosululloh yang dosa-dosanya telah diampuni baik yang lalu maupun yang akan datang pun senantiasa bertaubat dan meminta ampun setiap harinya?Imam Muslim meriwayatkan hadis bahwa Rosululloh bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّى أَتُوبُ فِي الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ

“Wahai manusia, bertaubatlah kalian kepada Alloh dan memohon ampunlah kepada-Nya, karena sesungguhnya aku bertaubat sebanyak seratus kali dalam sehari.”

Saudara kaum muslimin rohimakumulloh…

Selain seorang muslim dituntut untuk memerhatikan thoharoh maknawi setiap saat, ia pun harus memerhatikan thoharoh hissiyagar ibadah yang dilaksanakannya diterima oleh Alloh.

Pembaca yang budiman…

Adapun kategori thoharoh kedua yaitu thoharoh hissiy.Maksud thoharoh hissiy adalah membersihkan diri dari kotoranberupa najis dan hadats. Najis adalah kotoran yang wajib dijauhi oleh seorang muslim dan wajib dibersihkan bila mengenai badannya. Alloh berfirman dalam surat al-Muddatstsir ayat 4:

وَثِيابَكَ فَطَهِّرْ

“Pakaianmu itu bersihkanlah!”

Thoharoh hissiyini, dilakukan dengancara-cara yang telah ditentukan oleh Alloh danRosul-Nya.Yaitu berwudhu, mandi, tayammum, dan membersihkan najis dari badan, pakaian, dan tempat sholat. Suci dari hadats ini merupakan syarat sahnya ibadah sholat dan bagian dari cabang keimanan. Rosululloh bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim:

لاَ يَقْبَلُ اللَّهُ صَلاَةَ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ.

“Alloh tidak menerima sholat seseorang di antara kalian ketika berhadats hinggaia berwudhu.”

Demikianlah penjelasan tentang hakikat thoharoh dalam Islam. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Allohumaamin… Wallohu Ta’ala a’lam…

Ust. Abu Mujahidah

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: